Bicara di GPIB Paulus, Megawati Minta Pancasila Dihayati Bukan Sekadar Dihapalkan
Berita

Bicara di GPIB Paulus, Megawati Minta Pancasila Dihayati Bukan Sekadar Dihapalkan

Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Ibu Megawati Soekarnoputri saat menjadi pembicara di talkshow Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (Pelkat PKLU) di GPIB Paulus, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026). (foto: ist)

Infonawacita.com, Jakarta – Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Ibu Megawati Soekarnoputri bicara tentang Pancasila, Kebangsaan, Keragaman dan Globalisasi saat menjadi pembicara di talkshow Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (Pelkat PKLU) di GPIB Paulus, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026).

Ibu Megawati yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pun banyak mengaitkan paparannya dengan kedua lembaga tersebut.

Ibu Megawati mengawali paparannya mengenai ideologi Pancasila dan penerapannya saat ini. Kepada hampir 500 lansia yang menjadi jemaat GPIB yang hadir, Ibu Megawati meminta Pancasila untuk dihayati bukan dihapalkan.

Menurut Ibu Megawati, pesan ini agar ditekankan kepada anak-anak muda. Sebab itu, Pancasila terus diperjuangkan dan dijalankan untuk Indonesia yang abadi.

Ibu Megawati menyoroti agar penyampaian pendapat juga tetap laksanakan dengan menjaga etika dan praktik perundungan (bully) yang belakangan ini marak.

“Lima sila mulai dilupakan hanya dihapalkan. Ini yang saya khawatir,” kata Ibu Mega.

Ibu Megawati pun memaparkan Trisakti (berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan) yang diajarkan oleh Presiden Pertama RI Soekarno. Dia menyampaikan contoh dan praktiknya di masa kini.

Berbicara soal keragaman, Ibu Megawati memaparkan kondisi Indonesia, setelah era Reformasi pada 1998, dimana Indonesia mengalami beberapa konflik sosial bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan) yang cukup signifikan seperti di Ambon, Poso dan Sampit.

Selain memaparkan penyelesaiannya, baik sebagai Wakil Presiden maupun Presiden ke-5 RI, Ibu Megawati mengatakan bangsa Indonesia agar mengambil pelajaran dari konflik-konflik tersebut.

“Mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” sebut Ibu Megawati.

Disinggungnya juga soal kearifan lokal dalam menyelesaikan konflik seperti Pela Gandong di Maluku.

Menyangkut isu global, Ibu Megawati menceritakan pertemuan dan dialognya dengan Paus Fransiskus, dan mereka membahas soal pemanasan global. Kedua tokoh menekankan urgensi menjaga bumi serta dampaknya bagi manusia.

“Saya diundang ke kediaman pribadi Paus Fransiskus saat itu,” urai Ibu Megawati.

Perempuan kelahiran Yogyakarta itupun juga menyinggung kondisi dunia pascaserangan terhadap Iran. Beberapa jemaat berteriak soal harga
Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang naik.

Ibu Megawati banyak memberi contoh soal nasionalisme dikaitkan dengan kondisi global saat ini. 

Putri Bung Karno merespons nasionalisme di tengah dunia yang hampir tanpa batas dan ditegaskannya nasionalisme tidak bisa hilang. Ibu Megawati berpesan agar warga Indonesia yang sedang di luar negeri atau pernah tinggal di luar negeri agar tetap menjaga adab ketimuran dan budaya Indonesia. Balik dari luar negeri dengan tetap menjaga etika budaya Indonesia.

“Seperti burung kembali ke sarang. Sarangmu Indonesia, jangan lupa,” ucap Ibu Megawati.

Pada bagian lain, Ibu Megawati juga meminta perkembangan akal imitasi atau Artificial Intelligence (AI) agar dicermati.

Saat tiba di GPIB, Ibu Megawati yang hadir bersama politisi PDIP Eriko Sotarduga disambut Ketua Majelis Jemaat GPIB Paulus Jakarta, Pendeta Johny Alexander Lontoh dan Ketua PKLU, Timbul Thomas Lubis.

Usai Ibu Megawati beri paparan selama satu jam, Timbul Thomas Lubis yang menjadi moderator mempersilahkan delapan jemaat GPIB untuk bertanya kepada Megawati.

Mengakhiri sesi tanya jawab, Ibu Megawati menitipkan pesan kepada jemaat untuk meneruskan pesan-pesan itu kepada generasi muda.

Baca artikel menarik lainnya dari INFONAWACITA.COM di GOOGLE NEWS

Berita terbaru INFONAWACITA.COM : klik di sini