
Infonawacita.com, Tomohon — Apresiasi tinggi datang dari instansi kebudayaan dan kebahasaan Sulawesi Utara terhadap inisiatif masyarakat Woloan dalam menghidupkan budaya lokal melalui penyelenggaraan Festival Wanua Woloan 2026.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara, Januar Pribadi, S.IP., M.M., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa ajang ini memiliki peran penting, khususnya bagi regenerasi kebudayaan.
Menurutnya, kegiatan seperti Festival Wanua Woloan penting karena memberikan ruang kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal kembali kekayaan bahasa, cerita dan sastra lokal.
“Yang paling penting adalah adanya partisipasi masyarakat. Ketika masyarakat menjadi pelaku utama, maka pelestarian budaya tidak berhenti sebagai program, tetapi menjadi gerakan bersama,” ujarnya kepada media ini Minggu (9/8/2026).
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sulawesi Utara, Anton Hariyanto, S.Kom., M.M.S.I., yang turut hadir, menilai kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam upaya menjaga keberlanjutan kebudayaan di Sulawesi Utara.
Anton dapat menekankan bahwa pelestarian kebudayaan tidak cukup hanya dilakukan melalui dokumentasi atau pertunjukan, tetapi harus melibatkan masyarakat sebagai pemilik sekaligus pelaku budaya.
“Kebudayaan tidak akan hidup kalau hanya disimpan atau dipertontonkan. Kebudayaan harus dipraktikkan, diwariskan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Karena itu, keterlibatan masyarakat dalam Festival Wanua Woloan ini merupakan sesuatu yang sangat positif,” terangnya.
Menurutnya, kegiatan yang melibatkan upacara adat, tari tradisional, sastra, cerita rakyat hingga prosesi napak tilas memiliki nilai penting karena mempertemukan unsur sejarah, tradisi dan generasi masa kini.
Baca artikel menarik lainnya dari INFONAWACITA.COM di GOOGLE NEWS
Berita terbaru INFONAWACITA.COM : klik di sini