Zohri Menangis, Tak Terima Presiden RI Terseret dalam Hoaks yang Sebut ‘Zohri Tolak Renovasi Rumah dari Presiden Jokowi’

Presiden Jokowi menikmati pantai Nemberala di Pulau Rote, NTT. (Foto: Biro Setpres).
Presiden Jokowi menikmati pantai Nemberala di Pulau Rote, NTT. (Foto: Biro Setpres).

INFONAWACITA.COM – Air mata menetes dari mata Lalu Muhammad Zohri, atlet Indonesia peraih medali emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia. Ia menangis saat ditanyakan soal kabar yang beredar dan menyebutkan bahwa dirinya menolak renovasi rumah dari Presiden Joko Widodo.

Pertanyaan itu dilontarkan oleh Duta Besar RI untuk Finlandia Wiwiek Setyawati Firman, saat Zohri menginap di rumahnya, Minggu (15/7/2018).

“Saya tanya dia, langsung berlinang air mata,” kata Dubes Wiwiek.

“Dia kaget lho, dia kan masih bocah, kaget dengan pertanyaan itu,” tambah Wiwiek.

Menurut Dubes Wiwiek, Zohri sangat menghormati Presiden Jokowi. Bahkan sangat ingin bertemu dengan orang nomor satu di negeri ini itu.

“Dia, kan, hormat sama presiden. Dia atlet internasional yang kemana-mana bawa nama Indonesia. Makanya buat dia, satu nilai sakral presiden suatu negara, apalagi negaranya sendiri yang dia bela dengan sepenuh hati di berbagai belahan dunia,” papar mantan Direktur Hak Asasi Manusia Kementerian Luar Negeri tersebut.

“Dia malah sedih, kok Presiden diperlakukan seperti itu,” kata Dubes Wiwiek melanjutkan.

Mantan Wakil Dubes RI untuk Australia tersebut menilai, kedua atlet Indonesia dalam Kejuaraan Atletik Dunia U-20, Zohri dan Halomoan Edward Binsar Simanjuntak memiliki rasa nasionalisme yang sangat tinggi.

“Tekad mereka untuk memenangkan nama Indonesia sangat tinggi. Logikanya, tanpa spirit seperti itu, Zohri tidak akan memenangkan pertandingan,” kata Dubes Wiwiek.

Mantan Staf Ahli Menteri Luar Negeri bidang Politik, Hukum dan Keamanan itu juga sempat bertanya lagi kepada mereka. Soal, apa makna Presiden RI bagi Zohri dan Moan.

“Tau enggak, apa jawaban Lalu dan Moan? ‘Presiden RI adalah institusi negara Indonesia yang harus dihormati semua WNI, Ibu’. Mari kita belajar nasionalisme dari bocah-bocah ini,” kata Dubes Wiwiek.

“Dia tuh kepengen banget ketemu Presiden Jokowi,” tambahnya, seperti dikutip dari cnn.com.

Info Terkait: Presiden Jokowi Tanggapi Komentar Tentang Divestasi Freeport: Jangan Malah Bicara Miring-Miring

Prestasi Zohri dan Fabrikasi Hoaks Hingga Ujaran Kebencian

Seperti diketahui, Zohri berhasil menjuarai nomor lari 100 meter dengan catatan waktu 10,18 detik pada IAAF World U20 Championship di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018) kemarin. Zohri mengalahkan duo pelari Amerika yaitu Anthony Schwartz (10,22) dan Eric Harrison (10,22).

Selain menyabet gelar juara, pelari berusia 18 tahun ini juga menorehkan rekor nasional baru (NU20R) dengan selisih 0,4 mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh pelari Swedia Henrik Larsson pada babak semi final.

Sebelumnya, Zohri juga telah menjadi juara 100 meter Asian U20 Championships di Gifu, Jepang (8 Juni 2018) dengan waktu 10,27 dan mencatatkan 10,25 pada Jakarta Asian Games Pre-Tournament di Jakarta (11 Februari 2018).

International Association of Athletics Federations (IAAF) World U20 Championships yang diselenggarakan di Tampere, Finlandia, pada 10-15 Juli 2018, merupakan kejuaran junior atletik dunia untuk usia di bawah 20 tahun. Kejuaraan Dunia Atletik U-20 itu diikuti 1.462 atlet dari 158 negara.

Meski dengan prestasi yang ditorehkan Zohri itu, segelintir pihak kemudian justru melakukan fabrikasi hoaks hingga ujaran kebencian. Semua itu berujung sebagai sejenis bentuk delegitimasi terhadap Presiden Jokowi dan pemerintahan Jokowi – JK.

Sebut saja, misalnya, hoaks bahwa Zohri menolak renovasi rumah dari Presiden Jokowi. Atau hoaks yang terlontar dari Tengku Zulkarnain. Hingga soal bendera saat Zohri melakukan selebrasi.

Info Terkait: Kemenpora Tangkis Hoaks Yang Seret Nama Sprinter Zohri, Salah Satunya Terlontar Dari Tengku Zulkarnain