Wow, Koperasi Nelayan Sulteng Dapat Bantuan 3 Unit Kapal dari KKP

Jenis kapal bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan bagi nelayan. (foto: kkp.go.id)

INFONAWACITA.COM – Koperasi Nelayan Sipanjonga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara mendapat bantuan tiga unit kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Demikian dilaporkan Antara, Sabtu (1/6/2018).

Selain memperoleh tiga unit kapal 10 GT, koperasi yang didirikan 2014 itu juga mendapatkan alat tangkap berupa jaring sepanjang 1.000 meter dan 200 buah bubu pada awal tahun 2018.

“Kami diberi tiga kapal 10 GT terdiri dari dua kapal pancing dan satu kapal jaring/gilnet. Ini sebuah kesyukuran karena di Kota Baubau kami satu-satunya yang menerima itu,” ujar Ketua Koperasi Nelayan Sipanjonga, Rusmin Jaya di Baubau.

Rusmin mengatakan, kelengkapan dokumen kapal yang baru diterima tersebut sedang dalam proses pengurusan. Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada instansi terkait dapat mempermudah proses izinnya, sehingga target nelayan sudah bisa beroperasi pada Maret 2018.

“Saat ini anggota koperasi nelayan Sipanjonga sebanyak 40 orang yang tersebar dari beberapa kelurahan di Baubau. Meskipun demikian kami mempersilakan nelayan-nelayan lain untuk bergabung dalam koperasi ini,” ujarnya.

Milik bersama

Dikatakan Rusmin, hadirnya kapal dan alat tangkap tersebut semua merasa memilikinya, tidak ada oknum tertentu yang merasa menguasai kapal tersebut.

“Alhamdulillah dengan koperasi ini mereka bisa terbantu modal walau masih kecil. Selama ini anggota koperasi hanya mengandalkan dengan cara mendayung setiap melaut, sehingga kehadiran kapal tersebut diharapkan bisa menambah penghasilan mereka,” katanya.

Rusmin juga menceritakan, Koperasi Nelayan Sipanjonga yang berdiri tahun 2014 didasari dengan keterbatasan modal untuk perbaikan alat tangkap dan armada. Bahkan, saat berdirinya banyak yang meragukan akan bertahan karena anggotanya nelayan.

“Seiring berjalannya waktu melalui program KKP tahun 2016 Koperasi Nelayan Sipanjonga ditetapkan sebagai penerima kapal, namun karena membutuhkan proses sehingga kapal baru diterima pada Desember 2017,” katanya.

Kata dia lagi, pihaknya juga mengapresiasi pihak galangan karena kapal yang dibuat berkualitas dan sesuai keinginan penerima. Ia pun berharap nelayan lain bisa ikut mendapatkan hal serupa.

“Kami siap membantu nelayan lain jika dibutuhkan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, daerah dan semua pihak,” ucapnya. (*)