Waseskab: Setkab Berikan Dukungan Manajemen Kabinet

Para Peserta Rakor Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Sidang Kabinet berfoto bersama, di Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (8/3/19). (Foto: Humas Setkab/Anggun).

INFONAWACITA.COM – Wakil Sekretaris Kabinet (Waseskab), Ratih Nurdiati, menyampaikan bahwa Sekretariat Kabinet (Setkab) bertugas untuk memberikan dukungan manajemen kabinet kepada Presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Dalam menyelenggarakan manajemen kabinet tersebut, Sekretariat Kabinet berperan untuk memastikan bahwa kebijakan, pengarahan, keputusan ataupun instruksi Presiden dapat diluruskan, lebih daripada itu dapat dilaksanakan dengan baik oleh para anggota kabinetnya,” ujar Waseskab pada Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Sidang Kabinet melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi pada di Palembang, Sumatra Selatan, Jumat (8/3/19).

Cepat dan Tepat

Untuk mendukung peran tersebut, lanjut Waseskab, secara teratur Setkab mengusulkan agenda sidang kabinet atau rapat terbatas membahas isu-isu strategis dan berdampak luas secara nasional yang memerlukan keputusan Presiden.

“Tugas tersebut makin dipertegas dengan terbitnya Inpres Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pengambilan, Pelaksanaan, Pengawasan, Pengendalian Kebijakan di Tingkat Kementerian Negara dan Lembaga Pemerintah. Dan Setkab diberikan arahan instruksi untuk juga mengawasi pelaksanaan dari arahan-arahan Presiden yang telah diputuskan pada sidang kabinet dan rapat terbatas khususnya,” ujarnya seperti dilansir setkab.go.id.

Tugas Setkab, menurut Waseskab, memastikan bahwa semua pemangku kepentingan yang diperlukan untuk pembahasan dan pengambilan keputusan untuk setiap sidang artinya telah dihadirkan.

“Sebagai contoh, sidang-sidang kabinet terkait dengan proyek strategis nasional kita lakukan sekitar 44 kali. Dalam sidang kabinet mengenai isu ini mengenai agenda percepatan proyek strategis nasional ini, yang pesertanya justru penting sekali kehadirannya adalah para kepala daerah,” ujar Waseskab.

Selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, menurut Waseskab, telah dilaksanakan 516 kali sidang kabinet dan rapat terbatas. Ini artinya, sambung Waseskab, 129 kali dalam satu tahun atau kalau dibagi berarti 3 kali dalam seminggu. Kata kuncinya di Setkab, menurut Waseskab, cuma cepat dan tepat itu saja.

“Cepat tepat terutama dalam penyampaian materi sidangnya. Kecepatan menyiapkan materi sidang dan ketepatan untung mengangkat isu dan pilihan-pilihan solusi alternatif untuk diusulkan sebagai putusan. Itu yang akan menentukan putusan sidang kabinet yang tepat. Cepat dan tepat,” ujarnya.