Warganet Tuding Gempa di Lombok Terkait Dukungan TGB ke Presiden Jokowi, Nadirsyah Hosen: Astaghfirullah!

Presiden Jokowi menikmati pantai Nemberala di Pulau Rote, NTT. (Foto: Biro Setpres).
Presiden Jokowi menikmati pantai Nemberala di Pulau Rote, NTT. (Foto: Biro Setpres).

INFONAWACITA.COM – Salah satu tokoh intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), Nadirsyah Hosen, melontarkan reaksinya kepada seorang warganet. Reaksi itu terkait dengan pernyataan dari pemilik akun Abbas Firman atau Sidi Abdullah atas gempa yang dialami oleh para warga di Nusa Tenggara Barat (NTB)

“Astaghfirullah. Mas bro @AbbasFirman ini kenapa yah? Mengaitkan gempa NTB dengan Jokowi dan TGB? Sebegitu bencinya sampai gempa saja dipolitisir. Baca komen-komennya lebih miris lagi. Masalah politik bisa bikin saudara-saudara kita separah ini yah. Allah karim,” tulis Nadirsyah Hosen seperti dikutip pada Selasa (31/7/2018).

Reaksi Nadirsyah Hosen itu terkait dengan pernyataan dari pemilik akun Abbas Abdullah yang menyatakan bahwa peristiwa alam gempa di NTB itu terkait dengan dukungan Gubernur NTB yang biasa disapa Tuan Guru Bajang (TGB) kepada Presiden Jokowi untuk menjabat kembali sebagai Kepala Negara RI selama dua periode.

“Dukung Jokowi dua periode, TGB takut pembangunan di NTB berhenti. Allah berikan pelajaran, gempa sedikit saja pembangunan di NTB rusak dan tidak berarti. Gusti Allah mboten sare,” tuding pemilik akun tersebut.

Apa Kata BMKG?

Seperti diketahui, gempa terjadi di Nusa Tenggara Barat pada Minggu (29/7/2018) pagi. Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan penyebab gempa itu dikarenakan secara tektonik, Lombok memang merupakan kawasan seismik aktif. Lombok berpotensi diguncang gempa karena terletak di antara 2 pembangkit gempa dari selatan dan utara.

“Dari selatan terdapat zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Pulau Lombok, sedangkan dari utara terdapat struktur geologi Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrusting),” kata Daryono, Senin (30/7/2018).

Info Terkait: Saat Bagikan Sertifikat Tanah Di Sumbawa, Presiden Jokowi Tegaskan Ini

Dia menambahkan, sesar naik ini jalurnya memanjang dari laut Bali ke timur hingga laut Flores. Akhirnya, wilayah tersebut pun rawan diguncang gempa.

“Tidak heran jika Lombok memang rawan gempa karena jalur Sesar naik Flores ini sangat dekat dengan Pulau Lombok,” kata dia.

Jika memperhatikan peta aktivitas kegempaan atau seismisitas Pulau Lombok, tampak seluruh Pulau Lombok banyak sebaran titik episenter. Artinya memang banyak aktivitas gempa di wilayah ini.

Info Terkait: Asyik Banget! Begini Kedekatan Presiden Jokowi Dengan Rakyat Sumbawa

Meskipun kedalaman hiposenternya dan magnitudonya bervariasi, tapi kemudian jelas saja bahwa wilayah Lombok memang aktif gempa yang bersumber dari subduksi lempeng, Sesar Naik Flores, dan sesar lokal di Pulau Lombok dan sekitarnya.

“Dari sebaran seismitas ini pun cukup menjadi dasar untuk mengatakan bahwa Lombok memang rawan gempa,” ucap dia, seperti dikutip dari Liputan6.com.