Wapres Jusuf Kalla Ajak Insan Perfilman Tingkatkan Fungsi Film

(Foto: kominfo.go.id)

INFONAWACITA.COM – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menghadiri Puncak Perayaan Hari Film Nasional (HFN) ke-69 di Plaza Insan Berprestasi Gedung A Lantai 1 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jum’at (29/3/19).

“Peringatan HFN menjadi tonggak kebangkitan kreativitas, inovasi, dan profesionalisme di bidang perfilman,” ujar Wapres mengawali sambutannya.

Wapres mengatakan bahwa perfilman Indonesia terus mengalami perkembangan, jumlah penonton terus mengalami peningkatan, tercatat pada tahun 2015 sebanyak 16 juta orang menjadi lebih dari 40 juta orang di tahun 2017.

“Selain itu, industri film lokal juga mengalami kebangkitan yang signifikan di tahun-tahun belakangan ini, dan capaian prestasi film Indonesia pun semakin baik,” terang Wapres.

Walaupun belum setara dengan film Hollywood ataupun Bollywood, lanjut Wapres, kualitas perfilman Indonesia akan mengarah ke sana dengan diiringi peningkatan fungsi film sebagai sumber hiburan, pendidikan, dan industri.

“Kita perlu meningkatkan fungsi hiburan, pendidikan, dan industri. Sebab jika industri film meningkat, akan diikuti dengan peningkatan industri bioskopnya, industri makanannya, juga berbagai industri lain yang terkait,” jelas Wapres.

HFN ke-69

Pada acara yang dihadiri oleh tokoh sineas dan insan perfilman Indonesia, tak lupa Wapres menyampaikan terima kasih atas kerja keras yang diberikan dalam meningkatkan perfilman Indonesia.

“Saya berterima kasih karena selama 69 tahun perfilman Indonesia berkembang,” ucap Wapres seperti dilansir dari kominfo.go.id.

Pada kesempatan tersebut Wapres menyerahkan Apresiasi Kesetiaan kepada sepuluh orang budayawan dan insan film, serta Sertifikat Kompetensi kepada satu orang di Bidang Editor dan satu orang di Bidang Operator Kamera.

Acara ini menjadi puncak Perayaan HFN ke-69 dari 272 rangkaian kegiatan yang dilaksanakn di seluruh Indonesia dari tanggal 1 s.d. 31 Maret 2019. Lahirnya Film Nasional ditandai dengan dimulainya syuting film Darah dan Doa karya Usmar Ismail pada tanggal 30 Maret 1950.