Respon Walikota yang Dihantam Ujaran Kebencian dan Hoaks Bikin Salut

Ilustrasi ujaran kebencian, dan hoaks. (Foto: NU Online)
Ilustrasi ujaran kebencian, dan hoaks. (Foto: NU Online)

INFONAWACITA.COM – Teknologi telah mengganti wajah peradaban manusia. Salah satunya penggunaan sosial media oleh nyaris seluruh masyarakat di dunia.

Meski demikian, jejaring media sosial kerap membuat pusing banyak pihak. Sebab karena maraknya ujaran kebencian berunsur suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) di sana.

Bahkan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) juga sudah memberi perhatian lebih atas ujaran kebencian itu. Bentuknya dengan mendorong seluruh negara di dunia ini melawan ujaran kebencian di mana saja.

Info Terkait: Kabareskrim: Jangan Salah Persepsi, Bahkan PBB Larang Ujaran Kebencian

Harus diakui, ujaran kebencian bisa menimpa siapa saja. Walikota satu ini, misalnya.

Tapi kemudian, respon walikota yang terhantam ujaran kebencian bernama Sadiq Khan ini justru mendapat apresiasi.

“Sadiq Khan reads out racist tweets in call for tighter tech regulation,” tulis media The Guardian.

“London mayor Sadiq Khan warns big tech on hate speech,” kata BBC.

“The mayor of London read racist tweets about himself,” ujar Bussines Insider.

Info Terkait: Ini Trik MCA Memviralkan Hoaks Dan Ujaran Kebencian

Info Terkait: KSP: Penegakan Hukum Terhadap Ujaran Kebencian Tanpa Hitung-Hitungan Politik

Ilustrasi ujaran kebencian. (Foto: brianstauffer.com)
Ilustrasi ujaran kebencian. (Foto: brianstauffer.com)
‘SudahiKebencian’

Melalui akun twitternya, @mayoroflondon, Sadiq Khan berkampanye dengan hastag ‘endthehate’. Atau jika dialihbahasakan menjadi ‘sudahikebencian’.

Cara Sadiq Khan ini mendapat apresiasi karena ia merekam dan membacakan ujaran-ujaran kebencian yang menghantamnya lewat jejaring twitter. Video itu kemudian ia unggah di akun miliknya.

“Apa cuma saya yang berpikir bahwa Sadiq Khan seperti burung dara?” tulis salah satu pelontar ujaran kebencian itu kepada Sadiq.

Lontaran kebencian itu menyasar pada warna rambut Sadiq yang sudah penuh uban.

“Oh, tidak. Saya malah melihat diri saya ini cenderung menyerupai rubah perak,” jawab Sadiq yang merupakan juga seorang stand up comedy-an itu.

Rubah perak merupakan salah satu hewan yang dilindungi di dunia ini karena terancam kepunahannya.

“Sadiq Khan lebih jelek dari Jose Mourinho,” tulis pelontar kebencian lainnya.

“Maaf, kamu malah menyerang penggemar Chelsea. Saya penggemar Liverpool, loh…,” seloroh penggemar The Merseyside ini.

Lalu kemudian, saat Sadiq Khan membaca lontaran ujaran kebencian yang berikutnya, ia terlihat murung.

Sebabnya, ujaran kebencian itu menyatakan kalimat-kalimat yang menyinggung Muslim serta ancaman tak sedap. Baik kepada dirinya dan Muslim lainnya. Sadiq Khan sendiri merupakan Muslim pertama yang menjadi Walikota London.

Ilustrasi ujaran kebencian. (Foto: The Gaucho Gazette).
Ilustrasi ujaran kebencian. (Foto: The Gaucho Gazette).
Ungkap Alasan

Meski demikian, di penghujung videonya, Sadiq Khan mengungkapkan alasan mengapa dirinya melakukan itu semua.

“Saya membacakan ini semua bukan bertujuan untuk meletakkan diri saya sebagai korban. Bukan itu. Tapi justru saya melakukan ini berdasarkan rasa kekhawatiran yang berpotensi besar merusak para anak-anak muda yang berasal dari latar belakang berbeda. Berlatar belakang seperti saya misalnya. Sudah imigran dan Muslim tapi merupakan warga negara Inggris,” kata Sadiq Khan mengawali paparannya.

“Bagaimana jika kemudian anak-anak muda itu melihat lontaran-lontaran ujaran kebencian ini? Lontaran ujaran kebencian yang justru kebanyakan dilakukan oleh orang-orang dewasa. Saya juga tidak bisa membayangkan jika ujaran-ujaran kebencian itu menghantam lini masa dari akun jejaring media sosial mereka,” lanjut Sadiq.

“Sungguh menyedihkan jika kemudian berkaca kepada sejarah bahwa Inggris saat ini justru hadir karena perjuangan yang panjang oleh para pejuangnya. Bagaimana jika kemudian para pejuang itu yang telah tulus berjuang demi Inggris tanpa pamrih lalu membaca lontaran ujaran kebencian seperti ini? Betapa hancurnya pasti hati mereka,” tambah Sadiq.

Sadiq menilai, salah satu tantangan terbesar manusia di abad ini adalah mengentaskan ujaran kebencian.

“Platform-platform seperti Facebook, Twitter dan Youtube telah menyumbangkan hal positif yang sangat besar bagi manusia di atas muka bumi ini. Tapi juga menghadirkan tantangan,” kata Sadiq.

“Kita sudah melihat bukti-bukti akibat cara berpolitik yang tak patut kemudian malah mempengaruhi cara berpikir masyarakat saat ini. Hasilnya, justru malah menghadirkan propaganda-propaganda ekstrim dan serangan-serangan secara daring,” urai Sadiq.

“Bentuknya melalui berita dan kabar palsu atau hoaks yang sengaja disebarkan secara sistematis. Sehingga mempengaruhi algoritma jejaring media sosial. Lalu kemudian, lebih banyak menghidangkan manusia dengan kabar-kabar yang mendorong untuk melakukan ujaran kebencian berbungkus SARA. Kemudian manusia meneruskannya kembali. Mendorong seluruh manusia berperilaku ekstrem,” papar Sadiq.

“Ditambah lagi para teroris dan ultra-nasionalis yang juga menggunakan sosial media. Tapi bukan untuk menginspirasi dengan kebaikan. Justru malah meradikalisasi dan mencuci otak dengan ideologi kebencian mereka. Ini semua justru memecah belah. Bukan menyatukan manusia,” ungkap Sadiq.

Pada akhirnya, melalui video itu Sadiq mengajak semua manusia di atas bumi mengakhiri. Seperti apa? Berikut videonya.