Wah! Seskab Mengaku Sempat Alami “Sport Jantung”, Apa Penyebabnya?

Seskab Pramono Anung dalam wawancara di ruang kerjanya, Gedung III Kemensetneg, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Humas/Rahmat)
Seskab Pramono Anung dalam wawancara di ruang kerjanya, Gedung III Kemensetneg, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Setkab)

INFONAWACITA.COM – Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkapkan bagaimana persiapan pengumuman nama Cawapres pada Kamis (9/8/2018) kemarin sempat membuatnya sport jantung. Ia mengakui jika pengumuman yang dihadiri sembilan ketua umum partai pengusung itu cukup membuat dirinya deg-degan.

Hal tersebut ia ungkapkan saat membuka pameran lukisan Sri Warso Wahono, di Bentara Budaya, Jakarta, Kamis malam. “Terus terang saya hari ini sport jantung sebenarnya karena yang merancang untuk pertemuan 9 Ketua Umum partai dan Sekjen sekaligus deklarasi pencapresan yang baru selesai jam 7 tadi,” kata Seskab pada acara tersebut seperti termuat dalam keterangan resmi, Jumat (10/8/2018).

Ia juga mengakui jika sebenarnya, dirinya sempat menyarankan Presiden jika acara deklarasi harus dimulai pukul 16.00 WIB. Seskab pun menjelaskan alasan tersebut kepada Presiden.

“Alasannya itu prime time-nya jam 6 saya bilang, dan alhamdulillah beliau setuju, dan tadi sudah berjalan dengan baik,” ungkap Seskab.

Meski demikian, seperti diketahui pengumuman Cawapres berlangsung usai salat Magrib. Molor dua jam dari waktu yang sudah disepakati. Sedangkan deklarasi sendiri berlangsung pada Jumat (10/8/2018) pagi tadi, sebelum Presiden Jokowi dan Cawapresnya Ma’ruf Amin berangkat ke KPU.

Seskab saat membuka pameran lukisan Sri Warso Wahono, di Bentara Budaya, Jakarta, Kamis (9/10). (Foto: Humas Seskab/Oji)
Last Minute

Ia pun memuji lukisan Sri Warso, menurutnya lukisan Sri Warso dapat memotret semua panggung itu dalam satu bingkai lukisan dimana depan dan belakangnya terlihat. Hal tersebut kata Pramono persis dengan panggung para politisi.

Seperti dirinya yang tetap harus bisa tersenyum menghadiri pameran pasca pengumuman Cawapres. Padahal, kata Pramono, hal tersebut sangat menguras energi. Karena menurutnya untuk mengonsolidasikan sembilan ketua umum partai dan sekjen bukan persoalan yang gampang karena semua mempunyai ego sendiri-sendiri.

Kalau Sri Warso bisa menggambarkan Rampogan para Ketua Umum dan Sekjen, Seskab Pramono Anung meyakini akan luar biasa. “Kalau saya bisa melukis seperti Mas Warso, saya lukis benar betapa kemauannya itu berbeda-beda, dan yang namanya politik itu last minute yang terjadi,” ucap Pramono. (DS/yi)