Wah Presiden Akan Panggil Dirut Pertamina, Ada Apa?

Presiden Jokowi menjawab wartawan usai menghadiri Gala Dinner Peringatan HUT ke-50, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (11/2) malam. (Foto: OJI/Humas)

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan memanggil Direktur Utana Pertamina. Pemanggilan tersebut terkait harga avtur yang dinilai cukup tinggi.

Presiden Jokowi mengaku telah menerima banyak keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat untuk penerbangan di dalam negeri. Menurut Presiden, tingginya harga tiket pesawat ini karena harga bahan bakar pesawat yaitu avtur di Indonesia ternyata sangat mahal.

“Saya terus terang juga kaget, dan malam hari ini juga saya baru tahu tadi dari Pak Chairul Tanjung mengenai avtur. Ternyata avtur yang dijual di Soekarno-Hatta itu dimonopoli oleh Pertamina sendiri,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara acara Gala Dinner Peringatan HUT ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019) malam.

Karena itu, Presiden Jokowi mengaku akan mengundang Dirut Pertamina terkait tingginya harga avtur di dalam negeri itu. Ia menegaskan, pilihan Pertamina hanya satu, yakni harga yang kompetitif dengan harga avtur dunia. Kalau tidak bisa, berarti pemerintah akan masukkan kompetitor yang lain sehingga terjadi kompetisi.

“Ya pilihan-pilihannya kan hanya itu, sudah enggak ada yang lain. Karena memang, ini sangat-sangat mengganggu sekali,” tegas Presiden seperti dimuat Setkab.go.id Selasa, (12/2/2019).

Menurut Presiden, karena monopoli harganya jadi tidak kompetitif. Hal tersebut dibandingkannya dengan harga avtur di negara-negara dekat dengan Indonesia. Yakni terpaut kurang lebih 30 persen. Hal inilah kata Presiden yang harus dibenahi.

“Kalau ini diterus-teruskan ya nanti pengaruhnya ke apa? Ke harga tiket pesawat karena harga avtur itu menyangkut 40 persen dari cost yang ada di tiket pesawat. Ya besok saya panggil aja,” tegas Presiden.

Ia juga menambahkan, Pertamina sudah memberikan laporan lisan kepada dirinya, dimana perusahaan plat merah itu sudah mendapatkan untung di atas Rp20 triliun.

Presiden meyakini kalau tidak dimonopoli, pasti banyak yang antre untuk menjual avtur di bandara-bandara di tanah air.

“Semuanya memang harus ada kompetisi. Kalau ada kompetisi itu akan ada sebuah persaingan yang sehat. Kalau ada persaingan sehat, akan ada efisiensi di semua cost yang ada. Arahnya ke situ,” ujar Presiden menjawab wartawan usai acara gala dinner PHRI.