Volkswagen Terkena Skandal Emisi Karena Software Ilegal

INFONAWACITA – Volkswagen AG berjanji akan memperbaiki sistem kontrol polusi pada sekitar 11 juta kendaraan berbahan bakar diesel-nya.

Reuters yang mengutip para ahli menyebutkan bahwa perbaikan akan meliputi penggantian piranti lunak dan kemungkinan perangkat kerasnya juga.

VW memasang software ilegal itu mulai akhir tahun 2008 pada mesin turbo diesel 2.0 liter 4 silinder yang dilengkapi “lean NOx traps”.

Alat itu dirancang untuk mengurangi nitrogen oksida pada mesin knalpot.

Selanjutnya, Volkswagen pada 2012 menawarkan mesin 2.0 TDI dengan sistem kontrol emisi yang lebih canggih yaitu “Selective Catalytic Reduction”.

Sistem yang awalnya dipasang di sedan termahal VW, Passat, itu menyuntikkan larutan urea cair ke dalam knalpot untuk mengurai nitrogen oksida.

VW mengaku sistem itu dipasangi software yang menonaktifkan kerja sistem saat berkendara normal.

Manfaat sistem tersebut jika menyala terus akan lebih baik dibandingkan NOx traps.

Idealnya, larutan urea untuk mengontrol terbentuknya gas smog diganti setiap 20.000 kilometer namun VW menghadapi masalah.

VW khawatir urea yang diperlukan akan sangat banyak sehingga perlu isi ulang tiap 10 ribu km, bukan seperti yang direncanakan yaitu 20 ribu km alias sekalian dengan ganti oli.

Menurut¬† konsultan otomotif Sandy Munro, setiap perangkat yang digunakan untuk mengendalikan emisi nitrogen oksida pada umumnya “mengurangi performa dan keekonomisan” mesin-mesin diesel.

Sementara itu bos baru mobil pabrikan Jerman, Matthias Mueller, mengatakan para pelanggan VW wajib melakukan “mengepas ulang” mobilnya.

Perusahaan tidak menyebutkan secara detil maksud dari “mengepas ulang” itu.

Mantan bos operasi Volkswagen AS mengatakan pada Hari Selasa bahwa perusahaan itu mungkin cuma perlu mengganti perangkat lunaknya namun tidak perangkat lunaknya, supaya model diesel yang kini dianggap ilegal bisa memenuhi syarat dan standar emisi AS.

Pakar lain dan regulator AS mengatakan VW sepertinya harus menerapkan dua paket solusi untuk dua sistem kontrol emisi yang dipasang pada  482,000 mobil diesel AS dari model tahun 2009 hingga 2015.

VW mengaku menggunakan perangkat lunak yang mencurangi undang-undang polusi California dan Amerika Serikat dengan mengaktifkan sepenuhnya sistem di knalpot hanya ketika mobil dites oleh badan pemerintah.

VW tidak menjelaskan alasan emreka menggunakan “software curang” untuk mengakali tes, tapi hasilnya dalam jangka pendek adalah mereka lulus uji laboratorium kendaraan mesin diesel untuk pasar Amerika Serikat, padahal peralatan itu tidak menyala saat kendaraan melaju.

Sumber : www.antaranews.com