Ungkap Lagi Jaringan Peredaran Narkotika Internasional, Negara Selamatkan 1,2 Juta Jiwa

INFONAWACITA.COM – Jaringan sindikat narkotika internasional Belanda-Indonesia berhasil terungkap. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak kurang lebih 600.000 butir ekstasi telah disita pihak kepolisian.

“Dengan pengungkapan ini, sebanyak 1,2 juta jiwa masyarakat Indonesia terselamatkan,” kata Kabareksim Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Infonawacita.com, Kamis (23/11).

Mantan Wakabareskrim ini kemudian melanjutkan, pengungkapan itu berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Saat itu, Satgas melakukan penyelidikan atas informasi masyarakat bahwa akan ada narkotika yang masuk melalui jalur udara yaitu Bandara Soekarno-Hatta.

“Tim gabungan segera terbentuk bersama dengan pihak Bea Cukai untuk mengawasi masuknya barang haram itu. Setelah narkotika ini masuk, satgas melakukan RPE (Raid Planning Execution) pada Rabu (08/11/2017) di rumah tersangka DF dan W di kawasan Bekasi,” lanjut Ari.

“Di sana, satgas menemukan ekstasi 120 bungkus dengan berat total 243,20 kg atau kurang lebih 600.000 butir. Tapi yang lebih mengejutkan adalah fakta bahwa mereka merupakan jaringan internasional yang pengendalinya justru dua orang napi. Pertama berinisial AA alias A bin S yang menghuni LP Tingkat I Gunung Sindur. Kedua SS alias O yang berada di LP Tingkat I Gunung Sindur,” tambah Ari.

Koordinasi dengan Kemenkumham

Maka untuk mengungkap jaringan sindikat narkotika internasional Belanda-Indonesia jenis ekstasi ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Mabes Polri akan melakukan koordinasi dengan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI.

“Ini semua untuk mendorong segera penuntasan pola-pola jaringan internasional narkotika dengan keterkaitan para pengendalinya yang faktanya, kebanyakan justru berada di dalam lapas. Jaringan narkotika internasional sejenis ini, bukan satu-satunya. Masih ada banyak lagi sebenarnya,” ungkap Ari.

Dari pengungkapan ini, aparat menetapkan lima orang yang diduga menjadi tersangka yaitu DF, W, RY, Hem, AA dan SS. Masing-masing akan kena jeratan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup atau penjara 6 sampai 20 tahun dengan denda minimal Rp1 Miliyar dan maksimal Rp10 Miliyar ditambah sepertiga. Serta subsidair pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (ZH/yi)