Undang Kyai Sejumlah Ponpes, Kemenag Bahas Moderasi Islam

Santri di Indonesia (foto: Nuonline)

INFONAWACITA.COM – Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) mengundang sejumlah kyai pondok pesantren ke Jakarta. Mereka berkumpul dalam Focus Group Discussion (FGD) yang membahas penguatan moderasi Islam di pondok pesantren.

“Tantangan umat Islam, terutama pondok pesantren hari ini dan ke depan adalah bagaimana pesantren mampu menjawab dan menyikapi perbedaan dan keragaman dalam kehidupan,” kata Direktur PD-Pontren, Ahmad Zayadi seperti yang diinformasikan kemenag.go.id Kamis, (28/12).

Menurutnya, komunitas pesantren kaya akan khazanah pemikiran dan perspektif komparatif yang tertuang dalam kitab-kitab kuning. Tidak sedikit dari kitab-kitab kuning yang memuat perspektif komparatif. Dalam kajian fikih misalnya, dikenal adanya fikih muqaran.

Kekayaan khazanah ini memberi pelajaran bagi para santri tentang bagaimana para ulama terdahulu berargumentasi untuk menopang pendapat mereka masing-masing, meski pada akhirnya mereka mengambil pendapat yang paling unggul.

“Pada tataran ini, para santri cenderung menyikapi perbedaan pendapat para ulama dengan kepala dingin, tanpa sikap takfir (mengkafirkan). Kondisi inilah yang dapat mengantarkan para santri pada sikap yang tidak mudah menyalahkan orang lain sepanjang memiliki argumentasi yang kuat,” jelasnya.

Ajak Kyai bertukar pikiran

Zayadi mengajak para kyai untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman guna merumuskan hal terbaik bagi pengembangan pesantren, khususnya dalam penguatan moderasi Islam.

“Mari bersama-sama membangun bangsa Indonesia ke depan dalam perspektif orang-orang pesantren yang senantiasa menghargai warisan tradisi intelektual masa lalu, tanpa harus menutup diri dari konstelasi perubahan dan perkembangan zaman,” kata Zayadi.

Ia kemudian mengatakan bahwa kondisi seperti inilah yang diakui atau tidak akan menjadi benteng paling kokoh yang melindungi komunitas pesantren dari infiltrasi paham ideologi yang radikal. (RA)