Tunjukan Capaian Positif, Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi 2018 Capai 5,15 Persen

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

INFONAWACITA.COM – Meskipun perekonomian domestik sempat mengalami tekanan yang bersumber dari gejolak eksternal akibat perang dagang dan normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2018 mampu menunjukkan capaian positif.

“Perekonomian nasional tahun 2018 diperkirakan dapat tumbuh sekitar 5,15 persen, lebih tinggi dibanding tahun 2017 yang tumbuh 5,07 persen,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati seperti yang dilanisir dari Setkab.go.id pada Kamis (3/1/2019).

Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi tersebut, menurut Menkeu, juga telah berhasil menciptakan lapangan kerja, mengurangi tingkat pengangguran, dan menurunkan tingkat kemiskinan serta ketimpangan.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), Menkeu menyebutkan tingkat pengangguran per Agustus 2018 turun menjadi sebesar 5,34 persen dari posisi yang sama tahun 2017 sebesar 5,50 persen.

Sementara tingkat kemiskinan Indonesia per Maret 2018 turun menjadi 9,82 persen dari sebelumnya 10,64 persen pada 2017, dan koefisien gini membaik dari 0,393 pada 2017 menjadi 0,389 pada 2018.

“Berbagai terobosan program pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial yang dijalankan Pemerintah berkontribusi positif dalam perbaikan indikator kesejahteraan,” ujar Menkeu.

Penggerak utama pertumbuhan ekonomi 2018

Menurut Menkeu, permintaan domestik terutama dari sisi konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi Pemerintah merupakan motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018.

Sementara, tambah Menkeu, peningkatan kinerja ekspor dan impor masih terbatas sejalan dengan tren melemahnya perdagangan dunia sebagai dampak meningkatnya tekanan perang dagang.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018, lanjut Menkeu, turut ditopang dengan kondisi ekonomi makro yang kondusif. Indikasi tersebut, lanjut Menkeu, tercermin antara lain dari pergerakan harga yang terkendali.

“Tingkat inflasi yang rendah yaitu 3,13 persen pada tahun 2018 mendukung daya beli dan konsumsi masyarakat,” ujarnya.

Ditambahkan Menkeu, Pemerintah dihadapkan pada berbagai tantangan untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tatkala sektor keuangan mengalami tekanan.

Namun dengan sinergi yang kuat antara institusi kebijakan moneter dan fiskal, menurut Menkeu Sri Mulyani, telah mampu menjaga stabilitas perekonomian dengan tetap menjaga momentum membaiknya pertumbuhan ekonomi dan kesehatan fiskal.