Tugas Berat Menanti Milla

INFONAWACITA.COM – Kehadiran Luis Milla sebagai pelatih tim nasional (timnas) senior dan U22 bukanlah kali pertama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggunakan jasa orang asing untuk menangani timnas.

Target Milla sendiri harus bisa menjadi juara dalam Sea Games 2017 dan bisa menembus empat besar di Asian Games 2018. PSSI mengkontrak Milla yang pernah menangani timnas U21 Spanyol ini selama dua tahun.

Milla menjadi pelatih asing ke-21 yang menangani timnas. Semenjak timnas Indonesia tak lagi memakai nama Hindia Belanda, sudah ada 20 pelatih asing yang bekerja untuk PSSI.

Mereka adalah Choo Seng-quee (Korea)1951-1953, Toni Antun Pogacnik (Yugoslavia) 1954-1964, Yusuf Balik (Turki)1971-1972, Wiel Coerver (Belanda)1975-1976, Frans van Balkom (Belanda)1978-1979, Marek Janota (Polandia)1979-1980, Bernd Fischer (Jerman)1980-1981, Anatoli Polosin (Rusia)1987-1991, Ivan Toplak (Yugoslavia)1991-1993, Romano Matte (Italia)1993-1995, Henk Wullems (Belanda)1996-1997, Bernard Schumm (Jerman) 1999, Ivan Venkov Kolev (Bulgaria)2002-2004, Peter Withe (Inggris)2004-2007, Ivan Venkov Kolev (Bulgaria)2007, Alfred Riedl (Austria)2010-2011, Wim Rijsbergen (Belanda)2011, Luis Manuel Blanco (Argentina)2013, Jacksen F. Tiago (Brasil)2013, Alfred Riedl (Austria) 2014, Pieter Huistra (Belanda) 2015 dan Alfred Riedl (Austria) 2016.

Dari serangkaian pelatih asing yang menangani Indonesia hanya Toni Antun Pogacnik yang  pernah memenangkan medali emas Asian Games untuk Indonesia pada 1958.

Setelah Pogacnik tak ada lagi gelar bergengsi buat Indonesia. Ivan Kolev, Peter White dan Alfred Riedl hanya mampu membawa Indonesia menjadi runner-up Piala AFF. (HG)