“Tren Simpan Harta ke Luar Negeri Dipakai Pelaku Kejahatan Kerah Putih”

INFONAWACITA.COM – Kepala Bidang Kerja Sama Luar Negeri Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) yang juga menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Jan S Maringka menyatakan, perlu adanya kerja sama internasional dalam pelacakan aset hasil tindak pidana. Hal ini mengingat teknik menyimpan harta ke luar negeri menjadi tren yang dipakai pelaku kejahatan kerah putih untuk menyembunyikan jejaknya perbuatannya.

Hal ini salah satu paparan yang disampaikan Jan S Maringka dalam konferensi ke-10 Asosiasi Kejaksaan Asia Pasifik digelar di Kota Busan, Korea Selatan, Rabu-Jumat (5-7/4). “Pentingnya kerja sama internasional untuk melacak aset hasil tindak pidana ini bukanlah tanpa alasan. Ini mengingat teknik menyimpan harta ke luar negeri jadi tren yang lazim dipakai pelaku kejahatan kerah putih dan kejahatan terorganisasi untuk menyembunyikan jejak perbuatannya,” ungkap Jan, dalam siaran persnya, Jumat.

Jan menambahkan, perbedaan sistem hukum, keterbatasan kewenangan dan political will dari pemerintah tempat aset tersebut disimpan menjadi kelemahan. “Ini yang sering dimanfaatkan para pelaku kejahatan untuk mengamankan hasil kejahatan dari jerat hukum,” imbuh Jan.

Ditambahkannya, saat ini paradigma untuk memerangi kejahatan ini telah bergeser, dari upaya menghukum para pelakunya menjadi bagaimana cara memulihkan aset negara yang hilang dari hasil perbuatannya. Untuk itulah, lanjutnya, perlunya keberadaan pusat pemulihan aset dan kerja sama internasional lainnya dalam pemberantasan kejahatan terutama kejahatan lintas negara. Untuk itulah perlu penguatan kejaksaan sebagai poros kerja sama penegakan hukum.(AR/*)