Tombol Sirene Ditekan, Bendungan Raknamo Akhirnya Resmi Beroperasi

Bendungan Raknamo resmi beroperasi Selasa (09/01). (Foto: pu.go.id).

INFONAWACITA.COM – Bendungan Raknamo di Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, resmi beroperasi. Presiden Joko Widodo meresmikannya hari ini, Senin (09/01).

“Dengan mengucap Bismillahirrohmanirohim, dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih Juga Penyayang, saya resmikan pengisian air di Bendungan Raknamo di NTT,” ujar Jokowi.

Simbol pengoperasian bendungan, Kepala Negara bersama Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menekan tombol sirine.

Presiden juga mengapresiasi beroperasinya bendungan ini. Sebab, sebenarnya bendungan ini diprediksi bakal rampung 2019. Tapi kemudian justru rampung lebih cepat dari perkiraan.

“Saya titip Pak Gubernur, Bupati, Wali Kota dan masyarakat sekitar waduk. Mari kita bersama-sama menjaga. Merawat infrastruktur kita dengan baik,” lanjut Jokowi.

Bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur. (Foto: pu.go.id).
Mengenal Bendungan Raknamo

Bendungan Raknamo adalah bendungan pertama yang rampung. Dari sebanyak 49 bendungan yang direncanakan dibangun oleh pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla di Indonesia.

Bendungan tersebut juga merupakan bendungan pertama yang dilakukan groundbreaking oleh Presiden Jokowi dari 49 bendungan tersebut. Tepatnya pada 20 Desember 2014 silam.

Bahkan, Bendungan Raknamo ini juga merupakan bendungan pertama yang selesai pengerjaannya. Dari tujuh bendungan yang dibangun pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla di NTT.

Bendungan Raknamo memiliki tinggi 37 meter. Kapasitasnya, seperti dikutip dari Kompas.com, sebesar 14 juta meter kubik. Pembangunan bendungan yang juga dapat menghasilkan listrik sebesar 0,22 MW itu menghabiskan anggaran Rp760 miliar.