Tokoh Muda NU Nilai Jiwa Ksatria Ahok dan Pendukungnya Layak Ditiru

foto: DS|infonawacita.com

INFONAWACITA.COM – Momen kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu ternyata bisa menjadi contoh bagi suporter Cagub lainnya di Pilkada serentak 2018 nanti. Para pendukung Ahok ini dianggap telah menunjukkan jiwa ksatria karena mau menerima kekalahan sosok yang didukungnya.

“Kita punya pengalaman Pilkada DKI yang luar biasa. Saat itu, kita bisa melaluinya dengan sangat elegan ketika pendukung Ahok atau Ahok sendiri dengan ksatrianya mengakui kemenangan dari lawan politik,” ujar tokoh muda Nahdlatul Ulama, Zuhairi Misrawi seperti dikutip dari Kricom.com pada Minggu (18/2/2018).

Seperti diketahui sebagai ibu kota negara kontestasi Pilkada DKI Jakarta tidaklah mudah. Beragam isu SARA hingga unjuk rasa berjilid-jilid mewarnai Pilkada yang disebut-sebut menguras energi nasional tersebut.

Bahkan Presiden Jokowi, Kapolri hingga Panglima TNI ikut turun menenangkan massa aksi yang menuntut dipenjarakannya salah satu calon Gubernur.

Kirim Karangan Bunga

Meski demikian, ketika Ahok yang sempat memiliki elektabilitas jauh lebih tinggi dari calon lainnya harus tetap menerima kekalahan dan puas dengan angka perolehan suara 42,04 persen.

Meski demikian pada konferensi pers, Ahok pun menerima kekalahannya dan mengucapkan selamat kepada penantangnya. Langkah Ahok ini pun dicontoh oleh pendukungnya yakni dengan menerima perolehan suara tersebut.

Puncaknya bahkan mereka memberikan karangan bunga ke Balaikota DKI sebagai bukti rasa terima kasih kepada kepemimpinan Ahok dan Djarot selama 2 tahun.

Oleh sebab itu Zuhairi menyarankan agar perbedaan yang ada pada hasil Pilkada 2018 nanti bisa diatasi dengan damai.

Kedepankan kedamaian

Ia pun mendukung langkah Presidium 212 yang berjanji akan menanggalkan kegaduhan dan lebih mengedepankan kedamaian.

“Saya mendukung sikap Presidium 212 yang ingin menanggalkan kegaduhan dan lebih mengedepankan kedamaian,” jelasnya.

Dia menilai, seluruh elemen bangsa harus menciptakan keteduhan, termasuk dengan isu kepulangan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab yang dikabarkan bakal kembali ke Tanah Air.

“Terkait kepulangan Habib Rizieq Shihab, saya pribadi setuju Habib Rizieq meniru Ahok dan tidak perlu kerahkan masa dan menghadapi pengadilan dengan ksatria,” tutup Zuhairi. (kricom/DS/yi)