Tinjau Langsung Kesiapan Armuzna, Menteri Agama: Sudah Siap 100 Persen

Menag Lukman Tinjau Armunza (Foto: Kemenag)

INFONAWACITA.COM –  Arafah, Muzdalifah dan Mina (Arafah) atau Armuzna adalah fase terpenting dalam penyelenggaraan haji. Sebab pada fase yang akan dimulai pada 8 Dzulhijjah (19 Agustus 2018) inilah terdapat rukun sekaligus wajib haji yakni wukuf di Arafah.

Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin meninjau langsung kesiapan Armuzna.

“Alhamdulillah sarana-prasarana di Armuzna sudah siap 100 persen ditempati jemaah kita,” ujar Lukman.

Pendingin udara, lanjutnynya, sudah siap bahkan beberapa yang lain menggunakan mist fan kipas dengan sistem embun air, karpet sudah digelar, termasuk penambahan toilet.

“Mudah-mudahan pada saatnya nanti siap menerima jemaah,” ujarnya.

Tenda khusus untuk Jemaah 

Info terkait: Katering Jemaah Haji Indonesia Tahun 2018 Dapat Pujian

Tenda yang digunakan jemaah, jelas Menag, adalah tenda khusus yang tahan api. “Tenda seperti ini baru digunakan mulai tahun lalu, sebelumnya hanya ala kadarnya dengan tiang besi berkarat atau bambu saja,” tambahnya.

Karenanya, Menag meminta kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk bekerja tidak hanya mengejar nilai indeks kepuasan jemaah.

“Tapi jadikan ini sebagai sebuah kehormatan bahwa Allah telah memilih kita untuk melayani tamu-tamu-Nya,” ujarnya.

Di lokasi tersebut Menag juga melihat ambulans sedang menurunkan obat-obatan dan alat kesehatan. “Kita menyiapkan semaksimal mungkin layanan kesehatan untuk jemaah,” tandasnya seperti yang dilansir dari Kemenag.go.id pada Jumat (17/8/2018).

Info terkait: Pertama Kalinya, Indonesia Terapkan Sistem Sewa Penuh untuk Penginapan Jemaah Haji

Ditambahkan, selama musim haji ini, Indonesia memiliki 70 maktab, setiap maktab berjumlah 2.700-3.000 jemaah yang menghuni 20-30 tenda.

Hadir mendampingi Menag, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Nizar Ali, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono, dan anggota Amirul Hajj serta jajaran eselon II Kemenag lainnya. (RA/yi)