Timika Jadi Salah Satu Pintu Masuk Peredaran Narkoba di Papua

ilustrasi narkoba yang disita polisi. foto: aktual.com

INFONAWACITA.COM – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Brigjen Polisi Bambang Budi Santoso mengakui Kota Timika merupakan salah satu pintu masuk narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) ke Papua.

“Saya katakan Timika ini salah satu pintu masuk dan lintasan narkoba ke beberapa kabupaten di pedalaman Papua. Apalagi sekarang dengan semakin tingginya intensitas tol udara ke pedalaman Papua dari Timika dibanding 10 atau 20 tahun lalu maka tidak tertutup kemungkinan barang-barang seperti ini bisa lolos,” kata Bambang di Timika, Kamis (9/11).

Ia mengatakan ada sejumlah alasan mengapa Timika sangat rawan terhadap masuknya barang-barang ilegal termasuk narkoba dari luar Papua.

Salah satu penyebabnya, kata Bambang, yakni pintu masuk ke Timika, terutama melalui alur sungai dan laut sangat banyak.

“Pintu masuk atau katakan jalan tikus ke Timika sangat banyak melalui alur sungai seperti di Paumako. Bisa saja kapal-kapal lego jangkar di tengah laut lalu barang-barang itu dimuat pakai perahu kecil-kecil. Kapal-kapal kecil itukan tidak diperiksa,” kata Bambang.

Kondisi serupa, katanya, juga terjadi di daerah-daerah lain di Papua dimana terdapat banyak akses masuk baik melalui darat, sungai maupun laut untuk meloloskan barang-barang ilegal seperti narkoba, minuman beralkohol dan lainnya.

Adapun narkoba jenis ganja yang masuk ke wilayah Papua hampir seluruhnya diselundupkan dari negara tetangga Papua Nugini.

“Kalau ganja kita indikasikan dari tetangga. Pintu masuknya melalui Keerom,” kata Bambang.

Menurut hasil kajian BNN Provinsi Papua, narkoba jenis sabu-sabu, ekstasi maupun obat PCC atau yang biasa disebut somadril dipasok ke Papua dari Makassar dan Pulau Jawa.

“Setelah kami mendalami, ternyata sekarang ada yang dipasok dari Jakarta, bahkan dari Bali juga ada,” jelas Bambang.

Menurut dia, ada berbagai modus operandi yang dilakukan oleh para sindikat peredaran narkoba untuk memasukan narkoba ke Papua, salah satunya menggunakan perusahaan ekspedisi atau jasa pengiriman barang.

Penyelundupan narkoba ke Papua memanfaatkan perusahaan jasa pengiriman barang sebagaimana terungkap oleh BNN Kabupaten Mimika belum lama ini, tepatnya pada Sabtu (28/10).

Saat itu, petugas BNNK Mimika menangkap seorang laki-laki berinisial MY saat mengambil paket barang di perusahaan ekspedisi di Jalan Cendewasih Timika.

Dari tangan MY, petugas menyita narkoba jenis sabu sebanyak 43,41 gram.

“Kasus itu sebetulnya sengaja dilepaskan dari Jakarta supaya bisa diikuti siapa nanti yang akan terima barang itu di Timika. Ternyata benar, ada yang terima di Timika. Tidak menutup kemungkinan ekspedisi-ekspedisi lainnya juga bisa lolos,” jelas Bambang.

Komitmen Bersama

Ia berharap perlu ada komitmen bersama semua komponen warga Mimika untuk memerangi peredaran narkoba yang semakin meresahkan warga setempat.

Bambang juga berharap perlu adanya perketatan pengawasan barang dan orang di setiap pintu keluar masuk ke Timika seperti di Bandara Mozes Kilangin, Pelabuhan Paumako dan tempat-tempat lainnya.

“Kemarin saya pergi melihat di Bandara Perintis. Ternyata di sana butuh diperkuat pengawasannya. Syukur-syukur kalau bisa menggunakan anjing pelacak. Karena kita berperang dengan sindikat yang strateginya banyak maka kita juga harus memiliki banyak cara dan strategi untuk mengatasi hal itu,” jelasnya. (ANT/HG)