Timbulkan Kegaduhan Politik, Presiden Diprediksi Tak Akan Reshuffle Kabinet

Kabinet Kerja Jokowi-JK (foto: wikipedia)

INFONAWACITA.COM – Pengamat politik Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Menurutnya, reshuffle diprediksi akan menimbulkan kegaduhan politik menjelang Pilkada serentak 2018.

Arya mengungkapkan adanya isu pergantian menteri yang akan dialami Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa karena ikut dalam Pilkada Jatim 2018 mendatang. Ia menilai jika Presiden akan menunggu bagaimana hasil dari Pilgub Jawa Timur tersebut.

“Apabila Khofifah terpilih, pasti Jokowi melakukan reshuffle kabinet. Namun, apabila tidak terpilih kemungkinan tidak akan di-reshuffle,” kata Arya seperti dikutip dari Indopos.co.id pada Senin (8/1/2018).

Arya juga menilai hal yang tidak jauh berbeda akan dilakukan terhadap Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang kini telah resmi menjadi Ketua Umum Partai Golkar.

“Kalau ada perombakan (kabinet, red), ini akan menjadi risiko politik di Golkar sendiri maupun bagi Jokowi, risiko politik ini akan besar,” ujar Arya.

Menteri Punya Kinerja Bagus

Arya menganalisa, Presiden tidak memiliki alasan untuk mengganti Airlangga dan Khofifah, mengingat kinerja keduanya terbilang cukup baik di Kabinet Kerja.

“Catatan negatif dan evaluasi dari kabinet juga tidak ada. Jadi, tidak ada alasan dari pemerintah untuk mendorong Airlangga atau Khofifah mundur,” tukas Arya.

Sehingga menurutnya tepat jika Presiden Jokowi tidak melakukan reshufle kabinet di sisa masa jabatannya ini.

“Jadi, sisa waktu yang ada ini, Jokowi sangat menghindari kegaduhan politik,” prediksi Arya. (*/DS/yi)