Tim Kejaksaan Jambi Tangkap Mantan Rektor Universitas Jambi, Ada Apa?

Petugas Kejaksaan Tinggi Jambi saat menangkap terpidana Prof Aulia Tasman (kanan) di Jambi, Kamis (4/1/2018). (foto: Kejati Jambi)

INFONAWACITA.COM – Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Jambi, Kejakasaan Negeri Jambi dan Jaksa Penuntut Umum Kejati Jambi telah berhasil melakukan penangkapan terhadap terpidana Prof. Aulia Tasman di halaman parkir Universitas Jambi. Penangkapan dilakukan pada Kamis (4/1/2018) sekira pukul 17.10 WIB.

Terpidana yang merupakan mantan rektor Universitas Jambi kemudian dibawa ke kantor Kejati Jambi guna melengkapi administrasi. Setelah itu pada pukul 20.10 WIB terpidana dibawa oleh tim JPU dengan pengamanan dari intelijen Kejati Jambi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 2 Jambi. Di sana terpidana diterima oleh KPLP Lapas dan akhirnya pelaksanaan eksekusinya dapat dilaksanakan.

Pelaksanaan putusan MA

Pelaksanaan eksekusi ini berdasarkan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 1629K/PID.SUS/2017 tanggal 1 November 2017 atas nama terpidana Prof Aulia Tasman bin Saharjiun ke lembaga pemasyarakatan kelas IIA Jambi.

Terpidana terbukti melakukan Tindak PIdana Korupsi melanggar pasal 2 ayat (1) Jo psl 18 UU No. 31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 Jo psl 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun amar putusan Mahkamah Agung yaitu menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dan denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan.

Program Tabur

Penangkapan yang dilakukan kejaksaan itu adalah pelaksanaan Program Tabur 31.1 yang merupakan rekomendasi raker Kejaksaan tahun 2017. Isinya, agar setiap Kejati segera mengeksekusi hukuman badan para terpidana dari perkara pidana dengan bantuan monitoring centre Kejaksaan minimal 1 pada setiap bulannya.

Hingga hari keempat di tahun 2018 ada 4 Kejati yang sudah melaksanakanan program Tabur ini yaitu Kejati Sumatera Utara, Riau, Buol, dan Jambi. (*)