Tim Advokat Pembela Jokowi Akan Adukan Politisi Partai Demokrat, Ada Perkara Apa?

Ilustrasi (Foto: thewillnigeria.com)

INFONAWACITA.COM – Tim Advokat Pembela Jokowi akan segera melaporkan politisi Partai Demokrat Andi Arief atas tuduhannya yang menyebut teroris dipelihara oleh Istana. Langkah ini dianggap dapat menjadi pelajaran bagi politisi lainnya yang kerap mengujar kebencian kepada Presiden Joko Widodo.

“Maka salah satu contoh yang akan kita usahakan adalah hari ini sudah lihat adalah cuitan twitter Andi Arief dan dia sebutkan penyebab munculnya teroris ialah cebong-cebong yang dipelihara di Istana. Hal-hal seperti ini akan kita lakukan advokasi, somasi, dan laporkan kepada pihak berwenang,” terang salah satu koordinator Tim Advokat Pembela Jokowi Dedy Marwadi di Cikini, Jakarta pada Jumat (18/5/2018).

Rencananya kata Dedy mereka akan melaporkan Andi Arief ke Bareskrim Polri dalam beberapa hari ke depan.

Agar Jadi Pelajaran

Langkah ini jelas Dedy diharapkan akan menjadi pelajaran bagi politisi lainnya yang kerap melemparkan ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi. Ia tidak menutup kemungkinan pelaporan kedepannya juga akan ditujukan kepada politisi-politisi lainnya. Meski demikian ia enggan menyebut siapa nama politisi-politisi tersebut.

“Sudah kita mapping hasilnya ada 66 orang yang akan kita laporkan, baik itu dari politisi ataupun pegiat media sosial yang aktif melemparkan ujaran kebencian kepada Presiden Jokowi,” terang Dedy.

Hal ini, jelas Dedy, tidak dapat didiamkan, sebab jika dibiarkan maka pengerusakan terhadap simbol-simbol negara tidak akan dapat terelakkan. Ia memastikan timnya akan fokus pada koridor hukum dan tidak akan terjerumus pada kepentingan politik.

“Istana adalah salah satu simbol negara dan Presiden lambang negara yang secara hukum dilindungi maka kita bekerja lebih pada koridor hukum bukan politik,” tegasnya.

Tim Pembela Jokowi merupakan kumpulan relawan yang berprofesi sebagai advokat. Dedy menjamin tim ini tidak didukung oleh pihak manapun termasuk Presiden Jokowi. Dedy menjelaskan tim ini muncul atas inisiatif kelompok advokat yang semakin resah dengan fenomena ujaran kebencian yang merajalela belakangan ini. (DS/yi)