KementerianPUPR Masih Lanjutkan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di NTB, Sulteng, Banten, dan Lampung

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono

INFONAWACITA.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan rehabilitasi (rehab) dan rekonstruksi (rekon) fasilitas publik dan rumah masyarakat yang rusak akibat bencana di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Tengah (Sulteng), Banten, dan Lampung.

Rehab dan Rekon dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi spesifik masing-masing daerah dengan tetap mengedepankan prinsip build back better.

Menteri Basuki menyampaikan progres rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR. Di Provinsi NTB, rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan fasilitas umum dilakukan dengan pembangunan kembali. Hal ini dikarenakan masih adanya lahan yang luas sebagai lokasi baru fasilitas umum.

“Untuk fasilitas publik ini saya tidak khawatir. Yang ditangani oleh Kementerian PUPR sebanyak 517 fasilitas publik, dengan rincian yang sedang proses pembangunan sebanyak 145 dan 332 fasilitas publik sudah selesai dibangun,” ujar Menteri Basuki seperti yang diinformasikan PU.go.id

Sedangkan, lanjut Basuki, sisanya sebanyak 713 fasilitas publik dibangun oleh pihak lain seperti melalui CSR, Swadaya, dan sumbangan organisasi lainnya.

Rehab dan Rekon Rumah Terdampak 

Rehab dan rekon rumah yang rusak dilakukan secara gotong royong melibatkan kelompok masyarakat (Pokmas) dengan model Rekompak (Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis Komunitas). Dengan demikian masyarakat yang rumahnya rusak tidak hanya menjadi penonton.

Dari hasil verifikasi BNPB sebanyak 75.138 rumah rusak berat dan telah ditetapkan oleh Surat Keputusan Bupati sebanyak 74.092 rumah.

Masyarakat yang memilih membangun RISHA ada 3.873, Rumah Instan Kayu (RIKA) sebanyak 7.832, Rumah Instan Konvensional (RIKO) sebanyak 6.318, Rumah Cetak Indonesia (RCI) sebanyak 56.

Serta Rumah Instan Sederhana Baja (RISBA) sebanyak 333 unit. Dari total 18.412 unit, sudah dibangun sebanyak 4.670 unit dimana sebagian sudah selesai.

Dalam membangun rumah tahan gempa, masyarakat didampingi oleh fasilitator. Saat ini terdapat 766 orang fasilitator termasuk CPNS PUPR, sementara kebutuhannya diperkirakan sebanyak 2.700-3.000 fasilitator.

“Kita berupaya untuk mempercepat, diantaranya dengan meningkatkan jumlah tenaga kerja dan pasokan bahan bangunannya. Saat ini kami sedang melatih 600 CPNS PUPR sehingga nanti akan menjadi 1.366 Fasilitator,” jelas Basuki.