Ternyata, Gus Ipul-Puti Guntur Punya Makna Istimewa bagi Persahabatan NU-Bung Karno

Saifullah Yusuf, Puti Guntur Soekarno, Megawati Soekarnoputri dan sejumlah ulama berdoa di depan makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, 20 Juni 2018. (foto: Heru Guntoro)

INFONAWACITA.COM – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno memiliki makna istimewa. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengatakan bahwa keduanya merupakan perwujudan persahabatan antara NU dan Bung Karno yang tidak pernah surut.

“Sekarang terjadi persahabatan yang luar biasa dan harus berhasil antara Gus Saifullah Yusuf, cicitnya Mbah KH Bisri Syansuri, pendiri NU, keponakan Gus Dur, dengan Mbak Puti Guntur Soekarno, cucunya Bung Karno,” kata Kiai Said.

Ucapan Kiai Said itu disambut riuh tepuk tangan ribuan hadirin dalam Kenduri 1.001 Tumpeng Haul Bung Karno ke-48, yang digelar di Makam Bung Karno, Kota Blitar, Rabu (20/6/2018).

Kiai Said mengatakan, Bung Karno dikenal bersahabat dekat dengan para pendiri NU, seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahid Hasyim dan KH Abdul Wahab Hasbullah.

“Sampai-sampai nama acara silaturahim setiap Lebaran namanya halal bi halal, itu usulan Kiai Wahab kepada Bung Karno. Orang Arab enggak ngerti apa itu halal bi halal, karena enggak ada di Arab. Adanya di Islam Nusantara,” kata Kiai Said.

“Halal bi halal maksudnya silaturahim saling memaafkan. Bung Karno menyetujui acara silaturahim semua pemimpinnya bertemu saling memaafkan, saling perkuat tekadnya, saling perkuat visi misinya,” imbuh Kiai Said.

Gelar dari NU
Megawati Soekarnoputri dan KH Said Aqil Siradj melakukan doa bersama di makam Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, 20 Juni 2018. (foto: Heru Guntoro)

Tanda persahabatan penting lainnya adalah pemberian gelar Waliyyul Amri Ad-Dharuri bi As-Syaukah (pemimpin pemerintahan di masa darurat) oleh NU kepada Bung Karno pada Muktamar di Surabaya pada 1954.

“(Bung Karno) Pemimpin yang sah menurut syariat Islam. Oleh karena itu pemberontakan yang menentang Soekarno, seperti DI/TII atau manapun, dianggap bughot oleh NU, karena melawan pemerintahan yang sah,” jelasnya.

Persahabatan para pendiri NU dan Bung Karno, kata Kiai Said, berlanjut pada KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), anak dari KH Wahid Hasyim, dan Megawati Soekarnoputri, putri sulung sang proklamator.

“Persahabatan antara almarhum Gus Dur dengan Ibu Megawati luar biasa kalau kita ceritakan, enggak selesai dua jam,” ujar Kiai Said disambut tawa para hadirin.

Melihat persahabatan yang panjang dari pendiri NU dan keluarga Bung Karno itu, Kiai Said menilai persahabatan Gus Ipul-Mbak Puti di Pilgub Jatim 2018 bukanlah hal yang baru.

“Jadi gandengan tangan antara Gus Saifullah Yusuf dengan Mbak Puti bukan barang baru. Tidak usah kaget, tidak usah asing, tidak usah heran. Harus disukseskan oleh kita semua,” ujarnya.

“Mudah-mudahan ala barokatillah, ‘ala syafa’ati rosulillah, insya Allah, Jawa Timur gemah ripah loh jinawi dan menjadi baldatun toyyibatun warobbun ghofur,” imbuhnya.

Selain dihadiri Gus Ipul-Puti, hadir pula Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan sejumlah ulama serta tokoh nasional.