Ternyata, Fahri Hamzah Tidak Setuju Jika Presiden Jokowi Diperlakukan Seperti Ini

Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta. (foto: Biro Pers Setpres)

INFONAWACITA.COM – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah tidak setuju jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) digulingkan secara tidak demokratis. Sebab kata Fahri, Indonesia juga perlu menjaga demokrasi baik yang selama ini diperjuangankan di era reformasi.

Fahri Hamzah tidak menampik jika dirinya memang kerap mengkritik Presiden Jokowi. Hal tersebut memang perlu dilakukannya sebagai satu langkah demokrasi yang baik.

Meski demikian menurutnya kritik tetap pada jalannya yakni sesuaikan dengan waktu. Terkecuali, jelas Fahri Hamzah, Presiden Jokowi sudah melanggar pasal-pasal pemakzulan seperti korupsi barulah penggantian Presiden di luar jadwal dibolehkan.

“Kritik terhadap Presiden ada jadwalnya, dan jadwal itu yang kita pegang. Kecuali dia menganut pasal-pasal impeachment seperti korupsi, berkhianat dan sebagainya. Kalau tidak tunggu 5 tahun,” tegasnya dalam konferensi pers “Evaluasi 20 Tahun Reformasi” pada Minggu (20/5/2018) di Jakarta.

Namun yang ia lihat saat ini, Presiden Jokowi tidak ada unsur-unsur tersebut. Sehingga  hal tersebut juga patut dijaga dan disyukuri. “Saya kira itu sudah berjalan dengan baik jadi harus dihormati dan disyukuri,” jelasnya.

Menjaga Hingga 2019

Menjadi catatan, kata Fahri Hamzah, saat ini tidak ada tolok ukur jelas terhadap keberhasilan dan kegagalan pemerintah. Sehingga tidak heran jika kegagalannya pun pemerintah tetap minta apresiasi dari masyarakat.

Maka kata Fahri Hamzah saat ini yang terbaik ialah tetap menjaga Presiden Jokowi hingga 2019. Misalnya jika ada yang lebih baik maka patut digantikan dengan cara-cara demokratis.

“Mekanisme pemerintahan kita pertahankan 5 tahun, karena dia sistemnya seperti itu. Kalau ada yang lebih baik maka rakyat akan mencari yang lebih baik. Tapi jika tidak ada yang lebih baik ya berarti mempertahankan,” tandasnya. (DS/yi)