Teriak “Allahu Akbar”, Ibnu Baskoro Ditegur Ketua Majelis Hakim

INFONAWACITA.COM – Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Dwiarso Budi Santiarto menegur saksi pelapor Ibnu Baskoro yang berkali-kali meneriakkan ‘Allahu Akbar’ saat memasuki ruang sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Tampil dengan stelan baju koko dan peci, Ibnu Baskoro memasuki ruang sidang setelah sempat tiga kali mangkir dari panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pria bergelar Master Financial Management National University San Diego Amerika Serikat ini merupakan salah satu dari 11 orang yang melaporkan Ahok ke polisi terkait dugaan melakukan penodaan agama. (baca: Kuasa Hukum Ahok Ancam Pidanakan Saksi Pelapor Ibnu Baskoro )

“Dilarang meneriakan yel-yel selain yang ditanyakan Majelis Hakim. Bukan kami tidak menghormati agama kami, bukan, tapi ini guna mengikuti jalannya tata tertib persidangan. Jadi saya anggap saudara bisa mengerti hal tersebut terima kasih,” kata Dwiarso Budi dalam sidang yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/1).

Dalam kesaksiannya, Ibnu Baskoro mengaku sempat berprasangka baik kepada Ahok dan menduga hanya selip lidah. Namun belakangan, kata Ibnu, Ahok sudah berkali-kali melakukan penodaan agama. Saat melaporkan Ahok, Ibnu mengklaim telah mendapat kuasa dari 108 Jemaah Masjid Darussalam Cibubur.

“Awalnya saya berprasangka baik, tapi setelah kami lihat bukti lain kami yakin Ahok telah melakukan penodaan agama,” kata Ibnu. (baca: Kuasa Hukum Ahok Pegang Bukti Percakapan MUI dengan SBY )

Sebelumnya, kuasa hukum Ahok sempat meminta kepada Majelis Hakim untuk menepatkan saksi pelapor Ibnu Baskoro sebagai saksi kedua yang dihadirkan dalam persidangan, namun ditolak Dwiarso.

Ibnu kemudian dihadirkan menjadi saksi ketiga setelah anggota KPUD DKI Jakarta, Dahlia. Saat mendengar kesaksian Ibnu, Majelis Hakim sedikit pun tak mempertanyakan sebab saksi pelapor tiga kali mangkir dari panggilan persidangan.

Dengan hadirnya Ibnu Baskoro dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama berarti semua pelapor Ahok sudah memberikan keterangannya di depan Majelis Hakim. (baca: Tolak Kesaksian Ketua MUI, Ahok Ancam Pidanakan Maruf Amin )

Seperti diberitakan sebelumnya Ahok dilaporkan 11 orang pelapor yakni Novel Chaidir Hasan alias Novel Bamukmin, Gus Joy Setiawan, Muchsin alias Habib Muchsin, Syamsu Hilal, Muhammad Burhanuddin.

Selain itu, Irena Handono, Willyudin Dhani, Ibnu Baskoro, Iman Sudirman dan Muhammad Asroi Saputra. Satu orang pelapor lainnya yakni Nandi Naksabandi diketahui sudah meninggal dunia, 7 Desember 2016 lalu. (DS/AK)