Tanpa Uang Sepeserpun, 14 Mahasiswa Ini Jadi Jebolan Dokter Unair

INFONAWACITA.COM – Siapa bilang keterbatasan dana menjadi penghambat seseorang untuk mengecap bangku pendidikan. Sebanyak 14 dokter di Universitas Airlangga (Unair) ini, misalnya, mengikuti program bidikmisi dan membuktikan bisa lulus menjadi dokter. Tanpa mengeluarkan uang sepeserpun saat mereka kuliah.

Seperti termuat dalam keterengan resmi yang dikutip pada Sabtu (28/7/2018), Unair pada Rabu kemarin baru saja melantik 188 dokter baru di Fakultas Kedokteran. Sebanyak 14 orang yang dilantik, merupakan mahasiswa yang mendapatkan bantuan Bidikmisi dari pemerintah.

Salah satu penerima Bidikmisi yang resmi menjadi dokter adalah Moch Jazil Ainul Yaqin Nur Hidayat. Dokter baru asal Nganjuk itu merasa sangat bersyukur bisa menempuh pendidikan dokter selama 3,5 tahun dan 2 tahun profesi. Dengan pembiayaan penuh dari beasiswa Bidikmisi.

Selama ini, mahasiswa yang akrab disapa Jazil itu, hidup di Surabaya dengan mengandalkan uang saku tiap bulannya dari bantuan pendidikan Bidikmisi sebesar Rp600 ribu. Menurut Jazil, uang tersebut cukup untuk kebutuhannya sehari-hari, walaupun harus dengan cara super hemat. Ia pun mengaku bahwa dari bantuan pendidikan yang didapat, ia sempat beberapa kali menyisihkan uang untuk keluarga di Nganjuk.

Alhamdulillah semuanya cukup. Tentu berat sebenarnya, tapi ya kita harus qonaah. Jadi saya pun berusaha harus cukup rezeki segitu. Caranya, saya atur pengeluaraan untuk makan maksimal 10-15 ribu per hari, yaitu dengan cara masak nasi sendiri di kos dan lauknya kadang goreng tempe atau beli,” ungkap Jazil.

Mengenai iklim perkuliahan yang ia jalani, Jazil menuturkan bahwa pihak kampus tidak membedakan mahasiswa penerima bantuan pendidikan Bidikmisi dengan mahasiswa lainnya.

“Saya sangat bersyukur bisa kuliah di FK UNAIR. Meski sebagai penerima Bidikmisi, tidak ada sama sekali diskriminasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Pro. Dr. dr. Djoko Santoso dalam sambutannya mengatakan, saat ini pemerintah telah memberikan akses yang luas bagi masyarakat pra sejahtera untuk menempuh pendidikan tinggi. Ia juga menegaskan, inilah saatnya para dokter tersebut berterimakasih kepada negara dengan cara mengabdi di daerah-daerah seluruh Indonesia. (DS/zh)