Tanggap Darurat Gempa di Palu, Kemenkes Kirim Tenaga Kesehatan dan Obat-obatan

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek (Foto: Tempo.co)

INFONAWACITA.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI segera mengirimkan bantuan tenaga kesehatan dan obatan-obatan beberapa waktu lalu usai gempa dan tsunami telah mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2019).

Tenaga Kesehatan dari RSUP Kandouw, sebanyak 9 orang akan berangkat via udara ke Gorontalo yang akan dilanjutkan menuju Palu melalui jalan darat, pada 16.30 WITA.

Serta ada juga 30 tenaga kesehatan nusantara sehat yang akan berangkat ke Sulteng, yang akan difokuskan dahulu dalam krisis penanggulangan bencana di sana.

Saat ini juga, seperti yang diinformasikan Kemenkes, tim gabungan dari RSUP dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar, PSC 119- BSB Intim bersiap berangkat menuju lokasi bencana di Palu.

Begitupun dengan tim RS. Dr. Tadjuddin Chalid, Makassar yang siap membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Selain itu, dokter yang dibutuhkan dengan segera adalah dokter spesialis Ortopedi, Bedah Umum, Bedah Saraf, Anestesi, Perawat Bedah, Perawat Anestesi.

Tim pertama yang akan diberangkatkan adalah RSUP Kandouw dan RSUP dr Wahidin Sudirohusodo, dilanjutkan tim dari RS dr Kariadi dan RS Sarjito. Tim selanjutnya dari RS Hasan Sadikin, dan RS dr Mohammad Hoesin.

Tim dari Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat subkluster kesehatan reproduksi, gizi, dan kesehatan lingkungan masih menunggu koordinasi untuk memberikan bantuan.

Pengiriman obat-obatan

Terkait obat-obatan, Kemenkes sudah berkoordinasi dengan kabupaten terdekat seperti Kabupaten Luwuk Timur yang tidak terkena dampak bencana gempa, mereka siap menyediakan obat yang dibutuhkan. Saat ini ketersediaan obat di lokasi bencana masih mencukupi.

Demikian pula dengan Kabupaten Palopo, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur siap menyediakan obat dan langsung diantar ke Palu.

Instalasi farmasi pusat juga siaga menyiapkan obat jika sewaktu-waktu dibutuhkan dan Direktorat Farmasi dan Alat Kesehatan terus berkoordinasi dengan Pusat Krisis untuk tindak lanjut.

Sabtu ini (29/9/2019), juga tim Rapid Health Assessment, Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes sudah bergerak menujuk Sulteng. Namun, akibat dari kerusakan dari gempa dan tsunami, di antaranya jalanan rusak dan tidak listrik padam menyebabkan komunikasi dan transportasi terkendala.

Karena itu, tim bantuan dari Poso masih coba koordinasi. Sementara korban jiwa terhitung di RS Undata Palu sekitar 140 orang.

Akses darat dari Poso ke Palu terputus, namun di Poso tidak ada kerusakan berarti, dan tidak ada korban, hanya saja pasien takut di rawat dalam gedung RS dan memilih dirawat di tenda.  (RA)