Tandatangani Usaha Batu Bara, Penerimaan Negara Naik 27 Juta Dolar AS

INFONWACITA.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menandatangani Naskah Amandemen Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B). Dimana satu penandatangan naskah amandemen berupa KK dan 18 PKP2B.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot Ariyono menjelaskan dengan ditandanganinya usaha batu bara tersebut maka meningkatkan penerimaan negara sebesar USD27 juta per tahun.

Penandatanganan ini, kata Bambang, merupakan kelanjutan dari pelaksanaan amanat UU No 4 2016 tentang Minerba dimana pasal 169 KK dan PKP2B.

Amandemen PKP2B Tuntas

Dengan ditandanganinya 1 KK hari ini maka kata Bambang, sudah 21 KK yang ditandatangani dari total 31 KK yang harus ditandatangani. Sedangkan untuk PKP2B penandatanganan ini menyelesaikan keseluruhan dari total 68 PKP2B yang harus ditandatangani.

“Jadi PKP2B jumlahnya 68 selesai semua amandemen,” tegas Bambang di Gedung Kementerian ESDM pada Rabu (17/1/2018).

Dalam penandatanganan ini pemerintah juga mengundang sektor terkait seperti Kejaksaan Agung dan Kementerian Keuangan. Hal ini menjadi langkah ESDM dalam bersinergi mendorong manfaat usaha tambang batu bara bagi penerimaan negara.

“Kemudian penerimaan negara, Dirjen Minerba bersama Kemenkeu melakukan koordinasi dalam rangka penerimaan negara lebih baik,” kata Bambang.

Maka dari itu, 18 penandatanganan ini, kata Bambang terjadi peningkatan penerimaan negara dari sektor batu bara sebesar 27 juta USD.

“Berdasarkan itu penerimaan negara dari 1 KK dan 18 PKP2B yang ditandatangani sore ini, negara dapat peningkatan penerimaan sebesar USD27 juta per tahun, hal ini memenuhi ketentuan UU Minerba,” jelas Bambang.

Menteri ESDM Ignasius Jonan juga menjelaskan jika sebelum ia masuk ke ESDM amandemen undang-undang terkait PKP2B tersebut belum dijalankan. Namun akhirnya kini amandemen tersebut mulai dijalankan oleh pemerintah dan dapat menyumbangkan Rp300 miliar setiap tahunnya.

“Memang pemasukan dari keseluruhan dari sektor batu bara itu Rp40 triliun, tapi ini menyumbang 1 persen lah,” ujar Jonan. (DS/yi)