Tak Lagi Terdampak Asap Kebakaran Hutan, PM Najib Puji Indonesia

Suasana jamuan makan PM Najib untuk Presiden Jokowi di Kuching, Malaysia, Rabu (22/11/2017). (Foto: Biro Pers Setpres).

INFONAWACITA.COM – Jika pemerintah tak membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) pada 2015 silam, Indonesia hingga saat ini pasti masih mendapatkan citra buruk. Khususnya dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang kerap menyebut Indonesia sebagai pengekspor asap.

“Saya mau ucapkan terima kasih kepada pemerintah Republik Indonesia. Sudah dua tahun, Malaysia tidak alami masalah jerebu (kabut asap),” ujar PM Najib seperti dikutip dari setkab.go.id pada Kamis (23/11/2017) .

Melalui Badan Restorasi Gambut (BRG) itu, Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajaran TNI dan Polri hingga ke tingkat terbawah seperti Polsek dan Kodim, untuk langsung memadamkan api sebelum membesar.

“Terima kasih atas perhatian serius Indonesia, ini yang memberikan kelegaan terhadap rakyat Indonesia, termasuk Sarawak. Cuaca sudah lega, enaklah,” lanjut PM Najib.

Efek asap kebakaran hutan sebelum adanya Badan Restorasi Gambut (BRG). (Foto: AFP/Gettyimage)

Data Dampak Kabut Asap

Pernyataan PM Malaysia itu merupakan fakta yang tak bisa dipungkiri bahwa selama ini, Malaysia dan Singapura adalah dua negara yang selalu kena imbas akibat kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia. Khususnya kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan.

Pada 2015 lalu, berdasarkan data, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 25,6 juta jiwa terdampak akibat bencana kabut asap, sebagai akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Dari jumlah itu sebanyak 22,6 juta jiwa terdapat di Sumatera, dan sisanya tiga juta jiwa tersebar di Pulau Kalimantan.

Udara tanpa asap dari kebakaran hutan di Indonesia, pungkas PM Najib, yang kini dinikmati juga oleh Malaysia adalah buah dari kerja keras pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla.