Tahun Depan, Pejagan-Purwokerto Bisa Ditempuh Hanya 4 Jam, Begini Kondisinya

Off Ramp Pejagan-Brebes KM 248. (foto: bpjt.pu.go.id)

INFONAWACITA.COM – Perjalanan dari Pejagan ke Purwokerto ditargetkan dapat ditempuh kurang dari 4 jam pada tahun depan. Itu bisa terjadi saat proyek terowongan (underpass) Karangsawah yang merupakan perlintasan kereta api sebidang di Kabupaten Bumiayu, tepatnya di Km 114 rampung.

“Target akhir tahun ini rampung, sebelum natal dan tahun baru,” kata Alik Mustakim, dikutip dari Antara. Ia merupakan pejabat pembuat komitmen Pembangunan Underpass Karangsawah dan Jembatan Kali Pedes Alik Mustakim di Brebes, Kamis (14/6/2018).

Dengan rampungnya terowongan tersebut diharapkan nantinya tidak ada lagi perlintasan kereta api sebidang. Efek positifnya, perjalanan Pejagan-Purwokerto bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 4 jam.

Terowongan yang sedang dibangun tersebut terletak sekitar 300 meter dari perlintasan jembatan Kali Pedes yang sudah berusia 41 tahun.

Proyek underpass Karangsawah dikerjakan satu paket dengan jembatan Kali Pedes yang memiliki panjang total sampai melintasi jembatan sepanjang 850 meter.

Titik rawan kemacetan

Pada musim mudik tahun ini, underpass tersebut diwaspadai sebagai titik kritis paling rawan kemacetan di wilayah Brebes.

“Sebagai antisipasi kami tetap memelihara kapasitas jalan eksisting, kapasitas jalan eksisting yang dilalui arus mudik tidak kami kurangi bahkan bahu jalan kami ratakan sehingga bisa juga dilalui pemudik,” katanya.

Ia berharap langkah tersebut tidak menghambat dan tidak mengganggu arus mudik tahun ini.

Proyek tersebut memang terpaksa mundur dibandingkan 4 proyek fly over di Brebes yang lain.

“Sampai saat ini progres sudah 25 persen, ini karena ada beberapa penundaan perizinan dan teknis termasuk kontrak mundur. Izin perlintasan mundur sehingga kami sampaikan untuk musim mudik 2018 ini belum bisa fungsional untuk underpass Karangsawah ini,” kata Alik.

Dari pantauan pihaknya di lapangan, kemacetan yang terjadi justru lebih banyak diakibatkan karena adanya aktivitas warga di sekitar Pasar Linggapura sehingga mengakibatkan perlambatan arus lalu lintas ke arah utara.