Sylviana Berkelit Pembangunan Masjid Al-Fauz Kebijakan Gubernur DKI Jakarta

INFONAWACITA.COM – Wali Kota Administratif Jakarta Pusat periode 2008-2010, Sylviana Murni menegaskan pembangunan masjid di setiap objek pemerintahan merupakan prioritas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Menurut Sylviana, pembangunan rumah ibadah ini menjadi atensi lintas pemimpin DKI Jakarta seperti Fauzi Bowo, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. “Soal pembangunan masjid itu sendiri, memang sudah kebijakan Pemprov DKI Jakarta mulai zaman gubernur terdahulu dari Fauzi Bowo sampai Jokowi dan gubernur sekarang begitu,” kata Sylviana di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (30/1).

Terkait pembangunan Masjid Al-Fauz di Kompleks Wali Kota Jakarta Pusat, kata Sylviana merupakan amanat Gubernur DKI saat itu Fauzi Bowo. Sylviana mengakui selaku Wali Kota Jakarta Pusat saat itu, ia yang menganggarkan pembangunan masjid itu dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2010 sebesar Rp 27 miliar.

“Namun saat pembangunan saya tidak mengetahui proses proyek tersebut karena mengikuti pendidikan Lemhanas dari Januari hingga akhir September 2010 dan selanjutnya diangkat menjadi Asisten Pemerintahan Pemprov DKI Jakarta,” kata calon Wakil Gubernur nomor urut satu ini. (baca: Sylviana Murni Berpotensi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pemprov DKI Jakarta )

Hal serupa sempat diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah usai diperiksa di Bareskrim awal Januari lalu yang menyebut pembangunan Masjid Al-Fauz sudah direncanakan sejak tahun 2004.

Selanjutnya, kata Saefullah, pemasangan tiang pancang pembangunan Masjid Al-Fauz pada era kepemimpinan Wali Kota Jakarta Pusat 2004-2008, Muhayat. Pembangunan ini masjid ini kemudian dilanjutkan Sylviana Murni yang menjadi Wali Kota Jakarta Pusat menggantikan Muhayat.

“Pembangunan masjid ini kemudian dianggarkan Sylviana, mulai dari perencanaan hingga lelang pelaksaan proyek. Namun saat tanda tangan kontrak pembangunan, Bu Sylvi sedang mengikuti pendidikan Lemhanas diganti wakilnya saat itu Rospen Sitinjak,” kata Saefullah di Bareskrim yang dikutip dari Kompas.com.

Terkait kasus ini, Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengaku pihaknya sudah menemukan indikasi awal adanya penyimpangan dalam pembangunan Masjid Al-Fauz. “Diduga ada kerugian negara akibat ketidak sesuaian spesifikasi saat kontrak dengan saat pembangunan. Kecurigaannya mengarah kesana,” kata Ari Dono di Mabes Polri, Jakarta beberapa waktu lalu.

Penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan Masjid Al-Fauz setelah Mabes Polri menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan penyimpangan dalam pembangunan masjid yang berada di dalam Kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Pusat tersebut. (baca: Penyelidikan Korupsi Pembangunan Masjid Al-Fauz Bermula dari Laporan LSM )

Masjid Al-Fauz dibangun sejak 3 Juni 2010 yang menghabiskan dana sebesar Rp 32,6 miliar yang berasal dari APBD DKI Jakarta tahun anggaran 2010 sebesar Rp 27 miliar dan tahun anggaran 2011 sebesar Rp 5,6 miliar. (GR/AK)