Swasta Jadi Kontributor Terbesar untuk Proyek Strategis Nasional

Presiden melakukan pengecekan area Bendungan Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur. (Foto: presidenri.go.id)

INFONAWACITA.COM – Swasta akan menjadi pihak yang paling besar kontribusinya untuk menggarap proyek strategis nasional (PSN).

Sejak 2015 hingga 2020 pemerintah targetkan menggarap 245 Proyek Strategis Nasional (PSN) ditambah dua program strategis. Ada 15 sektor PSN yaitu jalan, kereta, pelabuhan, bandara, kawasan, perumahan, Pos Lintas Batas, pengelolaan air, bendungan, irigasi, teknologi, smelter, energi, pertanian dan kelautan, serta tanggul laut. Sementara dua program lain adalah kelistrikan, dan industri pesawat.

Untuk memenuhi semua itu, pemerintah butuh dana sebesar Rp 4,417 triliun di mana proyeksinya swasta akan jadi pihak yang paling besar kontribusinya senilai Rp 2.615 triliun. Sementara sisanya akan didanai APBN senilai Rp 547 triliun, dan dari BUMN/BUMD senilai Rp 1.255 triliun.

“Tidak bisa mengandalkan pemerintah saja, APBN tentu akan sangat terbebani,” kata Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden Denni Puspa Purbasari, Rabu (29/11), dilansir dari kontan.co.id.

Hingga 2016, investasi swasta di PSN telah capai Rp 338 triliun atau 66 persen dari total pendanaan. Tahun ini swasta ditargetkan investasi hingga Rp 218 triliun atau sebesar 56 persen dari total pendanaan.

“Realisasinya mungkin tak akan jauh dari target, tapi angka pastinya masih harus dipastikan oleh BPKP,” sambung Denni.

Sementara tahun depan swasta ditargetkan berinvestasi Rp 358 triliun, dan 2019 hingga Rp 348 triliun. Sisanya hingga 2020 targetnya capai Rp 1.351 triliun.

Sementara perkembangan pembangunan PSN, hingga 27 November sudah ada 4 PSN yang rampung yaitu 3 proyek Pos Lintas Batas, dan 1 proyek jalan. Sisanya 147 proyek masih tahap konstruksi, 9 proyek masih proses transaksi, dan 87 proyek sedang dipersiapkan.

“Seluruh proyek PSN ini multi years, dan memang butuh banyak waktu. Paling cepat pun baru dirasakan dalam siklus lima tahun,” sambung Denni.(AR)