Susi Ingatkan Pentingnya Hutan Bakau, Ini Manfaatnya

Menteri KKP Susi Pudjiastuti di Istana Negara, Selasa (8/5/2018).
Menteri KKP Susi Pudjiastuti di Istana Negara, Selasa (8/5/2018).

INFONAWACITA.COM – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak seluruh warga masyarakat menjaga mangrove atau hutan bakau serta terumbu karang yang sangat bermanfaat tidak hanya bagi kawasan perairan tetapi juga umat manusia.

“Kalau pohon ditebangi, bakau yang menjaga pulau tidak kena abrasi ditebang, nanti air akan kering. Nanti mau dapat air tawar dari mana? Mau minum air laut?” kata Menteri Susi di Jakarta, Rabu (16/5).

Menteri Kelautan dan Perikanan menegaskan bahwa bila pohon bakau atau mangrove ini mengalami kepunahan maka akan dapat mengakibatkan banyak petaka yang juga berdampak kepada masyarakat.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti: Pak Sandi Harus Ditenggelamkan

Menurut dia, hal tersebut salah satu contohnya adalah merebaknya penyakit malaria dan demam berdarah akibat nyamuk dan berbagai serangga lainnya kehilangan habitatnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa bakau juga dianggap sebagai tempat bertelur ikan, udang dan berbagai hewan laut lainnya yang aman dan terlindung.

Tak hanya melindungi pohon bakau, Menteri Susi juga meminta masyarakat melindungi terumbu karang dengan tidak melakukan pengeboman ikan dan pengambilan terumbu karang untuk diperjualbelikan.

Lestarikan Mangrove

Sebelumnya, sejumlah pihak lainnya juga telah melestarikan mangrove seperti PT Pembangkit Jawa Bali (PT PJB) Unit Pembangkit (UP) Muara Tawar dengan mengembangkan kelestarian dan ekowisata mangrove di Muara Gembong Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga: Mangrove Langka untuk Cegah Abrasi

“Pada 2018, kami mencanangkan program Kampung Batik Betawi berbasis wisata edukasi dan ekowisata mangrove terpadu,” kata Komisaris PT PJB Defy Indiyanto Budiarto di Jakarta, Minggu (15/4).

Defy mengatakan PT PJB Unit Pembangkit Muara Tawar mendukung pencapaian “sustainable development goals” (SDGs) dengan sasaran pengembangan di Desa Segara Jaya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Defy menyatakan sasaran SDGs menitikberatkan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Program ekowisata mangrove terpadu mengintegrasikan konsep wisata, konservasi dan edukasi di kawasan pesisir utara Bekasi yakni Muara Tawar dan Muara Gembong.

Lavi mengungkapkan pihaknya telah melakukan pembibitan dan penanaman pohon mangrove sebanyak 70.000 pohon sejak 2014. (ANT/HG)