Survei: Sinergitas TNI Polri Era Jokowi-JK Ciptakan Rasa Aman

(ki-Ka) Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jendra Tito Karnavian, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Mulyono, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana Ade Supandi. (Foto: Biro Setpers).

INFONAWACITA.COM – Kebijakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) dianggap telah memberikan rasa aman kepada para investor dan masyarakat. Sinergi yang baik antara TNI dan Polri dianggap menjadi salah faktor terciptanya rasa aman di masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan dalam hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi). Pada survei yang dipublikasikan Minggu (24/12) Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan menyebut jika tak kurang dari 68,5% responden menyatakan Presiden Jokowi dinilai mampu memberi rasa aman kepada masyarakat dan meningkatkan kepercayaan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.

Hasil survei tersebut juga menyebutkan publik sangat puas dengan kebijakan Presiden Jokowi dalam mengelola keamanan bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot yang kini diteruskan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

“Dalam penelitian ini, selain indikator puas dan tidak puas (21,6% ), ada pula indikator sangat puas dari responden yang jumlahnya 9,9% terhadap kebijakan keamanan dalam pemerintahan Jokowi,” kata Edi seperti dikutip dariĀ Mediaindonesia.com pada Selasa (26/12).

Edi menjelaskan sinergitas antara TNI dan Polri menjadi faktor kuat dari tingginya rasa aman masyarakat di era pemerintahan ini. “Faktor meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan TNI disebabkan kekompakan dua institusi,” kata mantan anggota Kompolnas itu.

Survei yang dilakukan sejak 15 Oktober sampai 15 Desember 2017 itu melibatkan 1000 responden yang tersebar di seluruh Indonesia. Para pewawancara menggunakan metode tatap muka dan kuesioner terhadap para responden di setiap kabupaten di Indonesia.

Keharmonisan TNI dan Polri

Seperti diketahui Panglima TNI yang baru diangkat juga dianggap dekat dengan Polri dan pernah mendapat penghargaan Bintang Bhayangkara Utama.

Penghargaan itu diberikan pada Juli 2017. Penghargaan diberikan dari Polri ke Hadi karena jasanya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian langsung menyematkan tanda kehormatan tersebut di jas seragam dinas harian (PDH) Hadi.

Tito mengatakan anugerah tersebut diberikan atas kinerja Hadi yang dinilai banyak berjasa untuk Polri. Salah satu contohnya saat Operasi Tinombala atau Operasi Perburuan Kelompok Ekstremis Santoso di Poso, Sulawesi Tengah.

Selain Hadi sinergitas TNI dan Polri juga berjalan baik di era Jenderal Gatot Nurmantyo dimana TNI dan Polri bersama-sama menyelamatkan sandera dari Kelompok Bersenjata di Papua.(DS)