Survei Indo Barometer: Presiden Jokowi Lebih Berhasil Ketimbang SBY

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Jumat siang, 27 Oktober 2017. (foto: Biro Pers Setpres)

INFONAWACITA.COM – Dari semua Presiden yang memimpin Indonesia popularitas Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden yang dianggap paling berhasil di atas Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Presiden Jokowi mendapatkan angka 17,8 persen dari poin pertanyaan Presiden yang dianggap paling berhasil. Sedangkan Presiden ke-6 SBY hanya mendapatkan angka 11,6 persen.

Meski demikian survei yang dilakukan oleh Indo Barometer itupun cukup mengejutkan. Masalahnya dari 20 tahun pasca reformasi ternyata Presiden Soeharto lah yang menempati urutan pertama dengan perolehan 32,9 persen suara. Di bawahnya persis ialah Presiden Soekarno dengan 21,3 persen suara.

“Jadi jika Pak Harto masih ada dan ikut pemilu kejadiannya bisa jadi akan seperti Malaysia walaupun perbedaannya Mahatir turun dengan elegan, Pak Harto tidak elegan,” cetus Direktur  Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari dalam pemaparan hasil survei di Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Baca juga: Dampak Rezim Soeharto dan SBY Dianggap Persulit Reformasi Agraria Jokowi

Reformasi Bawa Perubahan Baik
Pakai Jas Hujan tinjau langsung program padat karya di Gowa, Sulawesi Selatan (foto: Facebook Presiden Joko Widodo)
Pakai jas hujan tinjau langsung program padat karya di Gowa, Sulawesi Selatan (foto: Facebook Presiden Joko Widodo)

Meski demikian kata Qodari, uniknya mayoritas masyarakat Indonesia sepakat jika reformasi membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Sebanyak 52,7 persen masyarakat Indonesia menganggap reformasi telah membawa arah Indonesia lebih baik.

Hanya 25,9 persen yang menyebut sama saja dan 12,7 persen yang menyebut semakin buruk. Angka ini jelas Qodari mengalami kenaikan dibanding  tahun 2011. Tingkat kepercayaan masyarakat akan dampak positif reformasi bertambah di tahun 2018 ini.

Dulu di tahun 2011 hanya ada 31 persen masyarakat yang setuju jika reformasi dianggap membawa arah yang lebih baik. “Angkanya melompat drastis di tahun 2018 menjadi 52,7 persen di masa Presiden Jokowi,” papar M Qodari pada hasil survei yang diselenggarakan 15 hingga 22 April itu.

Adapun yang masih menjadi kekecewaan masyarakat di era pascareformasi saat ini ialah masalah ekonomi dan sosial. “Jadi jika ingin masyarakat lupakan Orba maka yang perlu diperbaiki adalah aspek ekonomi dan sosial,” tuturnya. (DS/yi)