Sumbang 17 Miliyar Dollar, Presiden Jokowi Puji Sektor Pariwisata

Presiden Jokowi menerima anugerah penghargaan sebagai Bapak Pariwisata Nasional, yang diserahkan pada Gala Dinner Peringatan HUT ke-50, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (11/2) malam. (Foto: OJI/Humas)

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat bangga dengan sektor pariwisata Indonesia. Pasalnya sektor tersebut kini bisa membuktikan menjadi devisa andalan Indonesia.

Menurut Presiden, peluang pariwisata Indonesia sangat besar sekali. Hal ini karena Indonesia masuk dalam enam besar negara terindah di dunia. Kemudian juga masuk dalam 10 besar negara yang wajib dikunjungi.

“Ini kan juga saya lihat sebuah brand yang kita punyai, sebuah brand yang ini tinggal kita menggarap agar pariwisata ini betul-betul bisa memberikan devisa yang paling banyak,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Gala Dinner Peringatan HUT ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Ballroom Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019) malam.

Presiden juga mengungkapkan, pada 2018 devisa dari pariwisata sudah mencapai 17 miliar dollar AS. Nilai itu berarti sudah mengalahkan kelapa sawit yang sebelumnya penyumpang devisa tertinggi di Indonesia. “Pariwisata sekarang sudah paling tinggi,” ujarnya seperti dimuat Setkab.go.id.

Karena itu, lanjut Presiden, dirinya tidak keberatan dengan permintaan Menteri Pariwisata yang mengajukan anggaran Rp7 triliun untuk pemasaran, marketing, dan promosi pariwisata di Indonesia.

Presiden justru mempertanyakan apakah tempat-tempat wisata yang akan dipromosikan itu sudah siap? “Saya melihat, mohon maaf, banyak yang masih belum siap,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Presiden mengaku telah memerintahkan kepada Menteri PUPR agar dari 10 Bali baru, hanya dikonsentrasikan menjadi 4 kawasan saja.

“Saya kira di Mandalika sudah mulai dikerjakan. Selasar-selasar dikerjakan sehingga tahun ini dilanjutkan lagi. Kemudian di Toba, tahun ini akan dikerjakan. Kemudian juga di Labuan Bajo dan juga di Borobudur. Akan dimulai sehingga produk ini juga kualitasnya kalau didatangi oleh para wisatawan juga kelihatan menjadi lebih baik,” kata Presiden.