Sudah 13.600 Orang yang Menolak Pengalihfungsian Jalan Jati Baru Raya

INFONAWACITA.COM РSudah 13.600 masyarakat yang menandatangani penolakan pengalihfungsian Jl. Jati Baru Raya, Tanah Abang sebagai tempat Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan. Petisi ini dibuat oleh Iwan M pada Rabu (27/12).

Pada petisinya yang dimuat di Change.org Iwan menyayangkan Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyied Baswedan dalam pengelolaan PKL di kawasan Tanah Abang.

Kebijakan yang berimbas pada penutupan jalan Jati Baru Raya sejak tanggal 22 Desember 2017 itu menurutnya telah mencederai hukum yang berlaku tentang jalan, UU No. 22 Tahun 2009, Undang-undang tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

“Dengan dalih melakukan penataan, Gubernur memfasilitasi para PKL dengan memberikan tenda gratis bagi para pedagang tersebut di atas jalan yang peruntukannya jauh lebih besar daripada para PKL tersebut. Penutupan jalan dilakukan selama 10 jam setiap harinya (08:00-18:00),” tulis Iwan dalam petisinya.

Padahal kata Iwan, Pemerintah provinsi DKI sebelumnya telah menyediakan tempat penampungan untuk para PKL tersebut. Mereka diberikan fasilitas tempat berjualan di Blok G Pasar Tanah Abang. Namun karena alasan sepinya pembeli, dan turunnya omzet penjualan, para PKL kembali berjualan di tempat yang jelas fungsinya bukan sebagai tempat berjualan.

“Ketidaktegasan pemerintah, dalam hal ini Gubernur DKI sebagai pembuat kebijakan perlu mendapat perhatian dari masyarakat yang lebih luas. Tolong kembalikan fungsi jalan dan trotoar seperti peruntukannya,” imbaunya.

Petisi Dikirim ke Presiden

Pada keterangan Change.org petisi tersebut nantinya akan diberikan ke sejumlah pihak di antaranya Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain dikirim ke Presiden Jokowi, petisi ini juga akan dikirim ke Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan sendiri, serta Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi. (DS/yi)