Sterilisasi Busway Telah Mencapai 90%, Armada Perlu Ditambah

INFONAWACITA – Kendati tingkat sterilisasi jalur busway telah mencapai 80% hingga 90%, namun itu dirasa belum cukup efektif. Kebijakan ini disebut akan lebih efektif jika PT Transjakarta terus menambah jumlah armadanya.

Menurut pengamat transportasi Universitas Indonesia Ellen Tangkudung, dengan menambah jumlah bus, maka jalur busway akan selalu tampak ramai. Dengan demikian, jalur menjadi tidak kosong sehingga tidak lagi dimanfaatkan pengemudi kendaraan lain untuk melaju di sana.

Ellen mengatakan, kebijakan ini sebetulnya bukan hal baru dan masih banyak juga jalur yang belum steril. Kemudian, jumlah busnya juga masih sedikit. Maka jika ingin mengembalikan kebijakan steril, jumlah armadanya mesti ditambah sehingga tidak kelihatan kosong.

Data yang dimiliki Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta tingkat sterilisasi mencapai 90%. Jumlah itu tampak pada 6 koridor yang tidak lagi dilewati sepeda motor dan mobil pribadi. Karena itu, kebijakan ini akan dilanjutkan ke koridor lainnya.

Adapun 6 koridor yang sudah steril dari kendaraan pribadi adalah Koridor 1, Koridor 3, Koridor 4, Koridor 5, Koridor 6 dan Koridor 9. Dari jumlah ini hanya tinggal 10% lagi jalur busway perlu perbaikan, penambahan anggota pengamanan, dan pemasangan pembatas jalur atau Moveable Concrete Barrier (MCB).

Dalam pelaksanaan sterilisasi busway, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Polda Metro Jaya. Kesepakatannya adalah hanya selain bus transjakarta, hanya kendaraan tertentu yang boleh lewat yaitu mobil ambulans, pemadam kebakaran, dan mobil dinas negara berpelat RI.

Sementara kendaraan lain akan dikenakan sanksi sesuai dengan Pasal 287 Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sanksinya denda maksimal Rp 500 ribu. (KG)