Soal Revolusi Industri 4.0 Presiden Jokowi Puji Anak Muda Indonesia

Presiden Jokowi di DPD Golkar, Rabu (23/5/2018). (Foto: IN/ds)
Presiden Jokowi di DPD Golkar, Rabu (23/5/2018). (Foto: IN/ds)

INFONAWACITA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji anak muda di Indonesia yang terus berinovasi meskipun beberapa kebijakan belum diatur oleh pemerintah terkait inovasi mereka. Kepala Negara RI berjanji, pemerintahannya juga akan terus bergerak mengikuti perubahan zaman yang didukung oleh perubahan teknologi.

Presiden Jokowi mengungkapkannya di depan para pelaku start up dan pegiat media sosial dalam acara di Gedung DPD Golkar DKI pada Rabu (23/5/2018).

“Saya lihat anak muda ini cepat sekali menyesuaikan dengan segala perubahan. Kita lihat ada Internet of Thing, ada Artificial Intelligence, begitu cepat anak muda menyesuaikan,” puji Presiden Jokowi.

Kepala Negara RI juga mengakui, perkembangan teknologi yang sangat pesat akan sangat berbahaya jika kebijakan negara tak mengikutinya. Misalnya saja, lanjut Presiden Jokowi, bagaimana akhirnya metode pembayaran sudah tidak menggunakan uang konvensional.

Pantau Regulasi Terkait Inovasi Teknologi

Kepala Negara RI menyatakan, saat ini Bank Indonesia memang belum mengeluarkan regulasi khusus terkait hal tersebut. Tapi Presiden Jokowi memastikan, akan terus memantau hal tersebut.

“Saya senang anak muda segera buat platform baru sebagai langkah antisipasi, meskipun saya tahu, izin dari BI belum, ya. Sebentar lagi, kok. Saya ikuti terus, karena jika tidak ada kebijakan mendukung itu, maka kita akan kelabakan menghadapi revolusi industri 4.0,” jelas Presiden Jokowi.

Kepala Negara RI juga mengungkapkan, tentang bahayanya revolusi industri yang sudah ditunjukan oleh beberapa negara. Misalnya saja, Presiden Jokowi melanjutkan, petugas kebersihan di Bandara Internasional Singapura Changi Airport yang kini sudah menggunakan robot untuk membersihkan karpet Bandara.

Maka kemudian, berangkat dari fakta itu, jika hal itu tidak disikapi secara cepat maka bukan tidak mungkin hal ini justru akan menjadi bencana untuk Indonesia. “Kecepatan ini kita harus ikuti, kalau enggak, ditinggal kita,” terangnya. (DS/zh)