Soal KTP-El, Daerah Lain Harus Contoh Dukcapil Tabanan

Ilustrasi KTP-el (Foto: Youtube)

INFONAWACITA.COM – Daerah lain di Indonesia perlu mencontoh keseriusan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tabanan Bali dalam pencetakan KTP-el. Pasalnya pertama kali dan satu-satunya di Indonesia daerah tersebut sudah mencetak habis KTP-el bagi penduduk yang datanya Print Ready Record (PRR) dalam database kependudukan.

Artinya, semua penduduk Tabanan yang sudah melakukan perekaman dan datanya tidak bermasalah (siap cetak) maupun penduduk yang memegang Surat Keterangan Pengganti KTP-el (Suket) semua sudah dicetak fisik KTP-elnya. KTP-el tersebut juga segera tuntas dibagikan kepada pemiliknya.

Terhitung per 20 Februari 2019, status pencetakan KTP-el yang bersifat PRR dan Suket di Tabanan berjumlah 0 (nol) atau tidak memiliki tanggungan. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari kerja keras pihak terkait.

“Sebanyak 15 staff dikerahkan untuk lembur dalam misi penuntasan tanggungan PRR dan Suket,” kata Kepala Dinas Dukcapil Tabanan, I Gusti Agung Ray Dwipayana, Rabu (20/02/2019) seperti termuat dalam Kemendagri.go.id Jumat (21/2/2019).

Diapresiasi Pemerintah Pusat

Prestasi ini mendapat apresiasi langsung dari Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Zudan mengaku sangat bahagia dengan apa yang telah dilakukan Dinas Dukcapil Tabanan.

“Alhamdulillaah, hari ini saya bahagia sekali. Ada 1 kabupaten yaitu Tabanan, Bali, melapor bahwa PRR dan Suket sudah tercetak tuntas habis. Inilah kabupaten pertama se-Indonesia yang melapor sudah habis PRR dan Suket-nya,” ujar Zudan.

Zudan lantas mengajak Dinas Dukcapil daerah lainnya untuk mengikuti jejak dari Tabanan. Pasalnya, penuntasan PRR dan Suket telah ditargetkan untuk rampung di akhir bulan ini.

Pihaknya juga telah memberikan fasilitas, yaitu pencetakan masal KTP-el dengan sistem cetak-cepat di kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri bagi daerah yang tidak mampu menuntaskan PRR dan Suket-nya secara mandiri.

“Bagi daerah yang tidak mendaftar pencetakan di pusat (kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri) dianggap mampu menyelesaikan semua pencetakan PRR dan Suket hingga 28 Februari 2019,” jelasnya.

Bila mana ada daerah yang tidak mendaftar, dan tidak tuntas tanggungan PRR dan Suket-nya hingga akhir bulan, maka tanggung jawab pencetakan dikembalikan ke daerah masing-masing.

“Setelah tanggal 28, bagi daerah yang tidak mampu menyelesaikan pencetakan menjadi tanggung jawab penuh daerah,” tutupnya.

Sebagai tambahan, program pencetakan cepat KTP-el di kantor Ditjen Dukcapil Kemendagri adalah hasil dari kerja sama dengan perusahaan Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI).

Menggunakan mesin berkapasitas besar, pencetakan KTP-el secara teknis tetap dilakukan oleh ADB daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Adminduk. PNRI menyediakan mesinnya serta mendampingi secara teknis, sementara Ditjen Dukcapil memfasilitasi dan mengkoordinasikannya. Dukcapil.