SKK Migas Gandeng Solar Turbines, Berhemat Rp550 Miliar

SKK Migas (foto: indonesiasatu.co)

INFONAWACITA.COM – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menginisiasi kesepakatan strategis (strategic agreement) dengan Solar Turbines International Company. Diperkirakan kesepakatan strategis ini akan mendatangkan penghematan hingga USD40,67 juta atau sekitar Rp550 miliar.

Penghematan ini berasal dari diskon pembelian dan perawatan yang sama untuk seluruh kontraktor kontrak kerja sama (Kontraktor KKS) yang ada di Indonesia. Solar Turbines juga bertanggung jawab atas pengelolaan suku cadang terhadap penggunaan mesin-mesin yang ada di Indonesia.

Berdasarkan rilis yang diterima Infonawacita.com pada Rabu (8/11), kesepakatan strategis tersebut ditandatangani Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi dan Presiden Solar Turbines, Pablo Koziner, yang diwakili oleh Vice President Customer Services, Solar Turbines, Juan Rojas di kantor SKK Migas, Jakarta.

“Tidak hanya untuk mendapatkan efisiensi biaya, yang paling penting kerja sama ini akan meningkatkan kapasitas nasional,” kata Amien dalam sambutannya.

Dia menjelaskan, SKK Migas mendorong Solar Turbines untuk membuat road map investasi di Indonesia untuk mengembangkan kemampuan sumber daya manusia (SDM), membangun fasilitas manufaktur, serta menjadikan Indonesia sebagai pusat pasar Solar Turbines di Asia Pasifik. “Mereka telah menyatakan komitmennya terhadap hal tersebut untuk meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri Indonesia,” katanya.

Di Indonesia, ditemukan beberapa merk turbomachinery, yang meliputi turbin dan/atau peralatan dengan penggerak utama turbin, seperti yang terdapat pada kompresor dan pompa. Saat ini, Solar Turbines menjadi peralatan turbomachinery terbesar yang digunakan di Indonesia dengan persentase mencapai 81 persen.

Deputi Pengendalian Pengadaan, SKK Migas, Djoko Siswanto menjelaskan, melihat jumlah yang cukup signifikan ini, SKK Migas merasa perlu membuat kesepakatan strategis.

Selain efisiensi biaya dan peningkatan kapasitas nasional, kesepakatan ini dapat meningkatkan keandalan operasi dan menjamin dukungan layanan purna jual. “Harapannya, penghentian operasi yang tidak direncanakan (unplanned shutdown) dapat diminimalisir,” kata dia. (DS/yi)