Siapa, Marsekal Hadi Tjahjanto? Cek 5 Catatan Calon Panglima TNI Ini

Presiden Jokowi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai KSAU di Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/1/2017). (Foto: setkab.go.id/Agung).

INFONAWACITA.COM – Nama Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Hadi Tjahjanto, mendadak menjadi pembicaraan. Beliau dikaitkan sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Sementara Jenderal Gatot akan memasuki masa pensiun bulan Maret 2018 mendatang.

“Surat Presiden tentang pencalonan KSAU Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI telah disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Senin (4/12) pagi,” seperti dikutip dari pernyataan resmi setkab.go.id.

Nah, siapa sih Pak Hadi ini? Cek yuk profil jenderal bintang empat ini yang berhasil dikumpulkan oleh infonawacita.com dari berbagai sumber ini:

1. Tiga Tahun, Dua Kali Promosi

KSAU Hadi Tjahjanto lulus dari Akademi Angkatan Udara tahun 1986. Ia ikut Sekolah Penerbangan TNI Angkatan Udara pada tahun 1987.

Karirnya kemudian ia awali di Skuadron 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Skuadron ini memiliki banyak fungsi.

Mulai dari mengoperasikan pesawat angkut ringan untuk operasi dukungan udara, SAR terbatas dan kursus penerbang pesawat angkut. Marsekal Hadi ketika itu bertugas menjadi pilot pesawat angkut Cassa.

Karir Hadi meningkat pada 1993 dengan menjadi Kepala Seksi Latihan Skuadron 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh. Lalu 3 tahun kemudian, ayah dua putera itu tidak lagi mengurusi pesawat angkut ringan.

Dia dipercaya untuk memimpin pesawat angkut berat. Jabatannya Komandan Flight Ops A Flightlat Skuadron Udara 32 Wing 2 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh.

Karir pria berusia 53 tahun itu terus meroket hingga berhasil menjadi Komandan Lanud Adi Sumarno di tahun 2010-2011. Kemudian, Hadi juga didapuk menjadi Direktur Operasi dan Latihan Basarnas pada 2011-2013. Dengan menduduki jabatan itu, Hadi resmi memperoleh pangkat bintang satu.

Wajahnya semakin dikenal media ketika dia ditunjuk menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AU pada periode 2013-2015. Suami dari Nanik Istumawati itu kemudian menjadi Komandan Lanud Abdulrachman Saleh pada tahun 2015.

KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau kesiapan Lanud Maimun Saleh di Sabang, Jumat, (01/12). (Foto: mylesat.com).
2. Bukan Sosok Asing

Hadi Tjahjanto bukan sosok asing. Sebab ia pernah menjadi Sekretaris Militer Presiden Joko Widodo. Ia menjabat akhir tahun 2015 hingga awal tahun 2016. Mutasi dan promosi personil TNI itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI nomor: Kep/593/VII/2015 tanggal 25 Juli 2015.

Begitu dirotasi masuk ke Istana, pangkat Hadi juga naik dari Marsekal Pertama menjadi Marsekal Madya. Kurang dari tiga bulan kemudian, Hadi kembali dipromosikan menjadi Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan pada tahun 2016-2017.

Dengan dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai KSAU, secara otomatis pangkat Hadi juga naik. Pangkatnya naik dari bintang tiga menjadi jenderal bintang empat.

3. Penunjukan KSAU, Dramatis

Saat ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk menggantikan Marsekal TNI Agus Supriatna menjadi KSAU, Hadi mengaku terkejut. Terlebih lagi ia baru dihubungi oleh sekretaris pribadi Presiden Joko Widodo pada Selasa, 17 Januari 2017 silam.

“Pasti kaget. (Saya) dikabarinya jam 13:00 dan ditelepon oleh sespri presiden,” ujar Hadi seperti dikutip dari rappler.com.

4. Tantangan Saat Menjadi KSAU

Meski terpilih menjadi KSAU, Pak Hadi sebenarnya memanggul tugas berat. Saat itu, publik berharap tidak ada lagi kecelakaan pesawat militer milik TNI. Khususnya seperti yang terjadi pada tahun 2016.

Selain itu, ia juga didorong untuk mempercepat modernisasi alutsista di lingkungan TNI AU. Saat itu, Anggota Komisi I DPR Rudianto Tjen juga menjelaskan alutsista yang dibutuhkan yakni alat pemantau seperti radar. Bukan sekadar radar biasa, tapi yang bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

“Sebab, saat ini belum ada satu pun radar yang bisa menjangkau seluruh wilayah untuk mengamankan kedaulatan NKRI,” tutur Rudianto seperti dikutip juga dari rappler.com.

KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto. (Foto: mylesat.com).
5. “Bapak Saya Kopral, Ibu Saya Jualan Rujak Cingur”

Saat berbincang dengan salah satu media tanah air, Hadi mengungkapkan hal yang mengejutkan. Ia menceritakan bahwa pencapaian yang sudah diraih selama ini selalu ia bagikan kepada kedua orang tuanya. Wajar jika kemudian orang tua Hadi begitu bangga.

“Bapak saya seorang kopral, ibu saya jualan rujak cingur. Kalau saya sudah seperti ini, ini sebuah kebanggaan,” tutur Jenderal kelahiran Malang, 53 tahun yang lalu itu, dikutip dari Kumparan.com.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya selalu meneladani Jenderal Sudirman.

“Saya akan mandatkan diri saya pada TNI,” katanya.