Siapa Bilang Tarif Listrik Naik? Ini Fakta-faktanya

foto: dunia-energi.com

INFONAWACITA.COM – Upaya Pemerintah dan PT PLN (Persero) untuk menekan tarif mulai terlihat. Misalnya saja dengan Biaya Pokok Penyediaan Tenaga Listrik Total (BPP) selalu mengalami penurunan.

Data Kementerian ESDM menyebutkan tahun 2014n BPP tercatat sebesar Rp 1.420/kWh, tahun 2015 turun menjadi Rp 1.300/kWh, tahun 2016 turun kembali ke angka Rp 1.265/kWh. Data per September 2017, BPP naik sedikit menjadi Rp 1.299/kWh seiring dengan kenaikan harga energi primer yang signifikan.

Selain itu, sejak Januari 2017 hingga saat ini, tarif listrik non-subsidi yang sebesar Rp. 1.467/kWh pun mengalami penurunan sebesar Rp 5/kWh, dibandingkan tarif bulan sebelumnya (Desember 2016) yaitu Rp. 1.472/kWh.

Jonan menekankan ke PLN agar melakukan efisiensi untuk menurunkan BPP Tenaga Listrik sebagai upaya mewujudkan harga listrik yang terjangkau bagi masyarakat.

“Pemerintah sangat serius sekali supaya harga listrik terjangkau. Perasaan keadilan sosial oleh rakyat Indonesia harus jalan. Saya terapkan selama saya disini. Ini yg menurut saya sangat penting,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan seperti keterangannya ke infonawacita.com di Jakarta, Selasa (28/11).

Jonan menugaskan PLN untuk terus melakukan efisiensi energi. Efisiensi kata Jonan seharusnya sudah menjadi komitmen besar PLN.

“Sehingga kalau biaya produksi berubah-berubah masih bisa ditangani. Sebenarnya yang fluktuatif itu energi primer, seperti batubara, minyak, dan gas. Gas sudah kita atur sudah buat regulasi dimana harganya itu bisa dijangkau,” jelas Jonan.

Selain upaya efisiensi, turunnya BPP tersebut juga merupakan hasil dari rasionalisasi bauran energi primer pembangkit.

Porsi BBM

Pemerintah telah menurunkan porsi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang pada tahun 2012 sebesar 15 persen menjadi hanya 7 persen di tahun 2017.

Di samping itu porsi batubara dioptimalkan dengan porsi menjadi sekitar 55 persen, disusul gas sebesar 26 persen dan energi terbarukan sekitar 12 persen.

Diketahui, energi primer pembangkit listrik mulai yang termahal adalah BBM, mayoritas energi terbarukan, gas, batubara dan air. (DS/HG)