Serupa Rumah, Beranda Indonesia Juga Terkena Pembenahan, Ini Daftarnya

Presiden saat resmikan Pos Lintas Batas Negara. (Foto: Dokumentasi Humas Setkab).

INFONAWACITA.COM – Salah satu tekad Presiden Joko Widodo sejak resmi menjabat adalah membangun Indonesia. Serupa rumah, seluruh bangunan dan isi yang ada di dalamnya terus terkena pembenahan. Salah satunya juga kawasan pinggiran. Caranya dengan fokus membangun perbatasan.

Capaian pembangunan di tapal batas, menurut Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Hadi Prabowo oleh pemerintah telah digenjot. Melalui pembangunan infrastruktur yang terkait dengan kebutuhan sosial dasar masyarakat.

“Kebutuan sosial dasar masyarakat di wilayah tapal batas negara, memang jadi fokus perhatian pemerintah. Pemenuhan kebutuhan dasar itu antara lain, sarana pendidikan, baik tingkat dasar, maupun menengah,” kata Hadi seperti dikutip dari setkab.go.id pada Selasa (02/01).

Tapal batas, logikanya, memang harus jadi beranda depan negara. Bukan lagi menjadi halaman belakang yang kumuh. Untuk itu, wajah perbatasan harus lebih ‘cantik’ dan ‘kinclong’ dari perbatasan negara lain.

Bukan hanya itu saja, membenahi perbatasan pasti juga mengerek hal lain. Infrastruktur misalnya. Dengan infrastruktur itu juga, sisi sosial dan ekonomi masyarakat meningkat. Kehidupan warga di tapal batas bisa lebih baik lagi. Bahkan menjadi pusat pertumbuhan baru.

Presiden Joko Widodo menaiki motor trail meninjau pengerjaan jalan Trans Papua, Rabu (10/5/2017). (foto: Biro Pers Setpres)
Ini Daftar Pencapaian Pembangunan Infrastruktur di Tapal Batas

Pembangunan sarana pendidikan yang telah dikerjakan, lanjut Hadi, telah banyak dilakukan. Sebut saja mulai dari pembangunan SD di 32 provinsi. SMP di 20 lokasi prioritas (lokpri). SMA dan SMK di 30 lokpri serta pembangunan 3 unit sekolah dasar.

Infrastruktur terkait jaringan air bersih misalnya juga, menurut hadi, telah dibangun. Mulai dari jaringan air bersih di 56 lokpri. Juga sarana untuk penyediaan air baku di 21 lokpri.

Infrastruktur kesehatan seperti puskemas, menurut Sekretaris BNPP, juga telah dibangun di 44 lokpri.

“Untuk tenaga kerja ini, tenaga kesehatan, distribusinya ada 575 orang untuk 86 puskemas. Diantaranya di Saumlaki,” kata Hadi yang juga Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri ini.

Sementara yang terkait dengan kedaulatan pangan, salah satunya lewat program cetak sawah. Hadi mencontohkan di Kalimantan Barat, telah dicetak sawah dengan luas 1049 hektar. Telah menghasilkan produksi kurang lebih 2343 ton.

Tidak hanya itu, program cetak sawah yang dilakukan di Papua, lanjut Hadi, telah dilakukan. Kurang lebih 2.115 hektar. Hasil yang dicapai kurang lebih 6.345 ton beras.

Masalah ketersedian energi, Plt. Sekjen Kemendagri menyampaikan, telah dilakukan proses pembangunan pembangkit listrik sebanyak 6 unit di 6 lokpri. Ke depan akan dibangun pembangkit listrik sebanyak 47 unit di 7 lokpri. Serta perluasan pembangunan pembangkit listrik di 120 desa yang ada di tapal batas negara.

Sementara untuk pembangunan pasar, menurut hadi, yaitu tipe C dan D ini sudah melebihi target. Sedangkan untuk tipe A dan B saat ini sedang proses pembangunannya yang dilakukan oleh Kemendag.

Kunjungan ke Kabupaten Nabire pada Rabu, (20/12/2017), dimanfaatkan Presiden Joko Widodo untuk meninjau lahan baru Bandar Udara Douw Aturure (Foto: Biro Setpers).
Ini Daftar Pembangunan Infrastruktur Penghubung Antar Wilayah

Terkait dengan konektivitas antar daerah, lanjut Hadi, sampai saat ini telah ditetapkan 9 tol laut. Trayek antara lain dari Tanjung Perak sampai Saumlaki. Tol laut yang juga telah ditetapkan adalah trayek Tanjung Perak ke Maumere.

Pembangunan infrastruktur jalan, Hadi mencontohkan, di perbatasan Kalimantan Barat. Target panjang jalan yang akan dibangun sepanjang 849,8 km. Kini sudah tembus 742,4 km.

Sementara di perbatasan Kalimantan Timur, tambah Hadi, dari target jalan sepanjang 243,6 km, yang belum tembus hanya tinggal 76,5 km. Progres pembangunan jalan di perbatasan Kalimantan Utara, tambah Plt. Sekjen Kemendagri, dari target pembangunan jalan sepanjang 826,7 km, yang belum tembus kini tinggal 116,9 km.

“Kalau secara menyeluruh total jalan di Kalimantan adalah 1920,10 km. Sementara yang belum tembus 300,7 km,” kata Hadi.

Untuk pembangunan jalan di perbatasan di NTT, lanjut Hadi, target panjang jalan yakni 176,2 km. Yang belum tembus tinggal 25,10 km. Sedangkan di Papua, tambah Hadi, panjang jalan yang sedang dibangun sepanjang 1 098,2 km. Yang belum tembus 215,6 km.

Peningkatan bandara udara (bandara) dan pelabuhan tahun 2015 sampai dengan 2017, menurut Hadi, sebanyak 36 bandara telah dibangun. Sedangkan untuk pembangunan pelabuhan atau dermaga, telah dibangun 8 pelabuhan.

Pengadaan kapal perintis, menurut Hadi, baik di NTT maupun di Kaltara, juga terus digenjot. Untuk alokasi anggaran BNPP tahun 2017 sebesar Rp186 miliar. Kemudian ada juga set blocking di 2017. Sehingga totalnya menjadi Rp173.48 triliun.

Ilustrasi tol laut. (foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc/16.)
Ini Daftar Pembangunan Infrastruktur Pos Lintas Batas Negara

Sementara terkait Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN), menurut Hadi, sampai akhir tahun target pembangunan 7 PLBN sudah sesuai Rencana Strategis 2015. Telah direalisasikan. Bahkan 5 PLBN telah diresmikan Presiden dalam kurun waktu 2016-2017. Dengan penerimaan aset telah mencapai Rp944 miliar. Ke depan, pemerintah akan membangun PLBN di 9 lokasi lainnya.

Saat ini BNPP sedang menyusun regulasi dan masterplannya. Diharapkan, pembangunan PLBN di 9 lokasi bisa direalisasikan pada 2019.

Itu semua, tentu saja diluar pencapaian-pencapaian lain yang telah berhasil dihadirkan. Bahkan di luar dari pencapaian-pencapaian yang justru menjadi proyek percontohan bagi negara lain, misalnya.

Pos Lintas Batas Negara Entikong. (Foto: Istimewa).
Pos Lintas Batas Negara Motaain. (Foto: Istimewa).
Pos Lintas Batas Negara Motamasin. (Foto: Istimewa).
Pos Lintas Batas Negara Wini. (Foto: Istimewa).
Pos Lintas Batas Negara Nagau Badau. (Foto: Istimewa).
Pos Lintas Batas Negara Aruk. (Foto: Istimewa).
Pos Lintas Batas Negara Skouw. (Foto: Istimewa).