Serius Tangani Pendidikan Vokasi, Kementerian Perindustrian Petakan Ini

Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas tentang pendidikan dan pelatihan vokasi di Kantor Presiden, Selasa (13/9/2016)/ (Foto: setkab.go.id/Deni)

INFONAWACITA.COM – Pendidikan vokasi menjadi salah satu fokus dari arah kebijakan bidang ekonomi. Kementerian Perindustrian juga telah memetakan kebutuhan yang diperlukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Jadi, siswa SMK diberikan kesempatan untuk berlatih di industri,” jelas Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, seperti dikutip dari keterangan resmi pada Senin (27/11).

Menteri Airlangga melanjutkan, kebutuhan utamanya yaitu memperbarui peralatan yang sesuai digunakan di industri. Dengan program link and match itu pemerintah juga memperbaiki struktur kurikulum pendidikan agar para siswa SMK lebih banyak memanfaatkan fasilitas yang ada di industri melalui praktik kerja atau magang.

Pendidikan Avokasi Sudah Bergerak

Menurut Menteri Airlangga, program yang merupakan amanat dari Inpres No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, pelaksanaannya telah dikoordinasikan bersama lintas kementerian dan lembaga.

Sebut saja mulai dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian BUMN, Kementerian Ketenagakerjaan, serta KADIN.

“Kami semua sedang bergerak. Saat ini sudah ada 34 program studi terkait industri. Maka diharapkan, melalui pendidikan vokasi, 600 ribu lulusan SMK bisa mendapatkan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Saat ini, jumlah lulusan SMK setiap tahunnya sekitar 1,3 juta orang, sedangkan perguruan tinggi hanya bisa menerima 700 ribu orang.

Jumlah Tenaga Kerja Industri Manufaktur Indonesia

Menperin juga menyebutkan, jumlah tenaga kerja industri manufaktur di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.

Misalnya, tenaga kerja di tahun 2006 sebanyak 11,89 juta orang. Meningkat menjadi 15,54 juta orang pada tahun 2016, atau dengan rata-rata kenaikan sekitar 400 ribu orang per tahun.

“Berdasarkan perhitungan kami, dengan rata-rata pertumbuhan industri sebesar 5-6 persen per tahun, dibutuhkan lebih dari 500-600 ribu tenaga kerja industri baru per tahun,” ungkapnya.

Apresiasi Kementerian Perhubungan

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan memberikan apresiasi kepada Kemenperin yang telah menjalankan program pendidikan vokasi berbasis link and match dengan industri.

“Bagus dan harus terus dilanjutkan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kementerian Perhubungan sendiri memiliki 26 lembaga pendidikan dan pelatihan bidang transportasi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. (*/ZH/yi)