Seribuan Jemaah Umrah Tertahan di Jeddah Mulai Dipulangkan

INFONAWACITA.COM – Lebih dari seribu jemaah umrah asal Indonesia tertahan kepulangannya di Jeddah, Arab Saudi, akibat berhentinya penerbangan maskapai yang akan membawa mereka pulang. Pemerintah Indonesia mulai memulangkan mereka secara bertahap sejak Senin (9/1).

Sedikitnya 488 jemaah yang terbagi ke dalam dua kelompok terbang, yaitu kelompok terbang pertama 298 orang dan kelompok terbang kedua 190 orang, telah diterbangkan menuju ke Surabaya, Senin pukul 03.25 waktu Arab Saudi, demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri dalam laman resminya.

Kasus ini menjadi ramai setelah maskapai Flynas menghentikan secara mendadak penerbangan di tiga bandara, yakni Kuala Lumpur (KUL), Jakarta (CGK) dan Surabaya (SUB), menyusul kegagalan bayar yang dilakukan Perusahaan Lofty Crest Ltd selaku penyewa pesawat.

“Adanya permasalahan teknis dan manajemen operasional penerbangan Maldives Air juga telah menambah permasalahan jemaah umrah Indonesia menjadi gagal pulang ke Tanah Air,” ujar Staf Teknis/Atase Perhubungan KJRI Jeddah, Nahdudin S. Hasan, yang terjun ke lapangan melakukan koordinasi intensif dengan mitranya di Jeddah Arab Saudi dan Direktorat Anguktan Udara (DAU) Ditjen Hubud-Kemenhub agar memanggil Country Manager Flynas di Jakarta guna dimintai pertanggungjawaban.

Menyikapi maraknya Jamaah umrah yang gagal dipulangkan sesuai jadwal, KJRI Jeddah membentuk Tim Khusus yang terdiri dari unsur Teknis Urusan Haji, Teknis Perhubungan, Teknis Imigrasi dan Fungsi Konsuler KJRI Jeddah untuk mengambil langkah yang diperlukan agar para jemaah tersebut bisa segera dipulangkan ke Indonesia.

Tim melakukan penyisiran di sejumlah hotel di Jeddah, tempat para jemaah yang tertahan tersebut diinapkan. Selain itu Tim juga memberikan pendampingan hingga mereka diterbangkan kembali ke Indonesia. “Kami telah melayangkan surat resmi kepada Wakil Menteri Haji bidang Umrah Dr Isa Rawas yang berisi laporan perihal banyaknya jemaah umrah asal Indonesia terkatung-katung pemulangannya. Kami terus berkomunikasi melalui WhatsApp agar kasus ini segera direspons,” ujar  Staf Teknis Haji-1 KJRI Jeddah,  Ahmad Dumyathi Bashori.

Selain itu, KJRI Jeddah melakukan komunikasi internsif dengan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi GACA (General Aviation Civil Authority)  dan melayangkan surat kepada Mazen A. Bashair, Manajer Haji dan Umrah  agar segera menfasilitasi pemulangan jemaah tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Timsus KJRI Jeddah terus mengawal operasi pemulangan Jamaah umrah yang tertahan di Jeddah. “Kami sudah dapat perintah atasan untuk memulangkan seluruh jemaah yang memang kami angkut dengan tiket pulang dan pergi yang di-approve oleh sistem,” jelas Meshal Farhan Alsalman, Duty Station Manager Flynas di Bandara King Abdul Aziz.(AR/*)