Serangan Gas Kimia di Suriah Diduga Sarin, 20 Kali Lebih Mematikan Dibanding Sianida

INFONAWACITA.COM – Zat kimia yang dijatuhkan di Kota Khan Sheikhoun, Suriah diyakini sebagai zat saraf Sarin. Zat ini sangat beracun dan 20 kali lebih mematikan dibandingkan Sianida.

Hal ini diungkapkan oleh pihak Edlib Media Center (EMC) yang pro-oposisi Suriah dan Komite Koordinasi Lokal (LCC). Namun, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights, SOHR) belum dapat memastikan apa sebenarnya zat kimia yang dijatuhkan.

Seorang ahli senjata kimia Dan Kaszeta mengatakan, untuk bisa memastikan apakah benar itu merupakan Sarin susah bila hanya dengan memeriksa video klip. Analisis Kaszeta, serangan itu bisa merupakan hasil dari bahan kimia apa pun karena semua zat kimia cenderung “menimbulkan efek fisiologis yang sama pada tubuh manusia.”

Sarin hampir mustahil untuk dideteksi karena bening, tidak berwarna dan tidak mengandung rasa, serta dalam bentuknya yang paling murni, tidak memiliki bau.

Pada Agustus 2013, negara-negara barat menuduh pemerintah Suriah menembakkan roket yang diisi dengan Sarin ke sebuah daerah yang dikuasai pemberontak di pinggiran Damaskus, menewaskan ratusan orang. Presiden Assad membantah tuduhan itu, dan justru menyalahkan pemberontak, tetapi dia kemudian setuju untuk menghancurkan persenjataan kimia Suriah.

Diberitakan sebelumnya, sebuah serangan dengan menggunakan gas kimia terjadi di daerah yang dikuasai pemberontak, Khan Sheikhoun, sekitar 50 kilometer arah Kota Idlib, Suriah, Selasa (4/4) pagi waktu setempat. Seratusan korban dilaporkan tewas dalam serangan mematikan ini.(AR)