Seperti Pernikahan, Mahfud MD: Persatuan Bangsa Juga Janji Suci yang Diperintahkan Alquran

Mahfud MD. (foto: seknasjokowi.org)
Mahfud MD. (foto: seknasjokowi.org)

INFONAWACITA.COM – Pengarah dan Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) mengungkapkan jika seperti perceraian, perpecahan sebuah negara juga salah satu hal yang dibenci oleh Tuhan.

Hal ini ia utarakan di akun twitter resminya @mohmahfudmd pada Senin (8/1/2018). Awalnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menyinggung  adanya hadits tentang perbuatan halal yang dibenci Allah adalah yakni thalaq (cerai).

“Jelaskan konteks fiqh-nya Prof. @na_dirs terkait adanya hadits, “Perbuatan halal yang dibenci Allah adalah thalaq (cerai)”. Utk pencerahan bagi netizen,” kata Mahfud sambil menyebut salah satu tokoh NU Nadirsyah Hosen.

Pengajar dan peneliti di Monash University itu pun menjawab jika sebuah pernikahan masuk ke dalam janji mitsaqon ghalizha.

“Iya Prof @mohmahfudmd perceraian tdk disukai Allah krn pernikahan itu mitsaqan ghalizha. Tapi fiqh tdk melarang malah mengatur proses perceraian dalam bab Thalaq. Kalau mmg tdk bisa dipertahankan, ada cara yg elegan dan beradab (ma’ruf) Bukan dg kekerasan fisik –psikis,” kata pria yang aktif dalam kegiatan warga NU di Australia itu.

Persatuan bangsa adalah ikatan suci

Menyinggung tentang janji suci yang tertera dalam Alquran, Mahfud MD pun mengaitkannya dengan persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurutnya, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia juga merupakan salah satu bentuk dari mitsaqon ghalizha dimana hal tersebut merupakan janji yang juga harus dirawat sebaik-baiknya. Bahkan, kata Mahfud, lebih dari sebuah pernikahan, tindakan upaya memecah persatuan bangsa juga tidak dihalalkan oleh konstitusi.

“Mitsaqon ghalizha itu ikatan/janji suci ya Prof.? Ada yang menyebut dibentuknya negara kebangsaan Indonesia jg mietsaqon ghaliezha. Harus dirawat sekuat2nya agar tdk sampai cerai berai (disintegrasi). Lbh dari pernikahan, tindakan disintegrasi tdk dihalalkan oleh konstitusi,” cuit Ketua Dewan Kehormatan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini.

Cuitan Mahfud ini memang terkait dengan gerakan separatis keagamaan yang belakangan gencar mengkampanyekan perubahan ideologi negara. Gerakan-gerakan tersebut bahkan hendak menjadikan Indonesia sebagai negara muslim. (DS/yi)